Berita7.net

Polrestro Tangerang Kota Gelar Apel Pasukan PAM Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Berita7netTANGERANG. Dalam rangka pelaksanaan Pengamanan (Pam) Idul Fitri 1441/2020 M, Polres Metro Tangerang Kota Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2020, Sabtu (23/5/2020) Pukul 19.00.

Apel dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, dihadiri Wakil Walikota Tangerang H. Syacrudin, Dandim 0506/Tgr Letkol Wisnu Kurniawan dan diikuti unsur Forkopimda, Senkom dan Pokdarkamtibmas.

Usai Apel Gelar Pasukan, kepada awak media Kapolres mengatakan, bahwa malam ini pihaknya melaksanakan Pam malam Takbir bersekala besar, yang menurutnya adalah merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Ini sebagai bentuk dan langkah upaya jajaran Kepolisian, TNI dan aparat Pemerintahan untuk mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas yang mungkin terjadi pada malam Takbir ini. Sekaligus mengantisipasi beberapa titik dan kerawanan terkait tawuran, kecelakaan dan akasi terorisme,” terang Kapolres.

“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan aman,” ucapnya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, bahwa untuk Pam malam ini bersifat patroli Mobile dengan sekala besar, dengan banyak memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, dan proses penyadaran yang harus dipahami masyarakat Kota Tangerang.

Dan untuk pengamanan Sholat Idul Fitri (Id) lanjut Dia, pihaknya sudah monitor ada beberapa titik, terkait pengamanan kembali pada tujuan awal dan pola yang pihaknya lakukan, adalah hanya memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat lantaran intruksi dari pusat sudah jelas bahwa masyarakat diharapkan untuk melakukan Takbir dan Sholat Id bisa dilakukan di rumah namun saya yakin ada beberapa masyarakat yang ingin melakukan Sholat di Masjid.

“Saya menghimbau masyarakat yang melakukan itu, agar dilaksanakan di rumah saja sama keluarga. Itu lebih baik dalam mengahadapi pandemi Virus Covid-19 yang saat ini terjadi,” pinta Kapolres.

Ia menambahkan, bahwa semua nggak pernah tau bagaimana penularan dan siapa yang akan tertular. tetapi menurutnya langkah itu lebih baik diambil dari pada nanti membawa ekses kepada masyarakat.

Kapolres menyebut, untuk pengamanan malam takbir pihaknya mengerahkan sebanyak 600 personil. “Saya himbau masyarakat kalau takbir lakukan di Masjid dengan pengeras suara dan di rumah. Dan Sholat Id juga lakukan di rumah bersama keluarga itu akan lebih baik untuk menghadapi wabah virus covid19 saat ini,” pungkasnya. (Gsr/red)*

Stiki
PT. DELIK BERITA TUJUH NO.AHU-0067571.AH.01.01TAHUN 2020. NPWP - 96.874.282.5-453.000. OFICE: Jln. Inpres Ruko Wellington, Benda Baru Pamulang, Tangerang Selatan Banten. Kode 15418. Email: redaksiberita7net@gmail.com Telepon/WA - 089603505386 - 081902160193. MENYATAKAN Wartawan Berita7 dalam menjalankan tugas liputannya dibekali KTA dan SuratnTugas Dan namanya tercantum pada laman Box redaksi. PERHATIAN...!!! Dan Jika ada Wartawan yang mengaku-ngaku dengan memiliki KTA /SRTGS Berita7 yang namanya tidak tercantum pada laman Box Redaksi harap LAPORKAN !! . " Sepenuhnya bukan tanggung jawab Redaksi Berita7.

Kantor LBH DPAC PMBI Kecamatan Sukadiri Diresmikan

Berita7. TANGERANG – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengawal Masyarakat Banten Indonesia (PMBI) Darman Sumantri, SH., MH meresmikan dan serah terima Surat Keputusan Lembaga Bantuan Hukum (SK LBH) PMBI untuk Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Sukadiri. Kegiatan diselenggarakan di Kantor LBH PMBI Jalan Raya Mauk, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (20/01/2021).

Ahmad Fauzi selaku. Ketua LBH PMBI Kecamatan Sukadiri sangat apresiasi atas kepercayaan yang diberikan DPP PMBI dan DPD PMBI kepada dirinya.

“Saya mengapresiasi kepada DPP dan DPD PMBI sudah memberikan kepercayaan kepada saya dalam mengemban amanah sebagai ketua DPAC Sukadiri. Saya juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada rekan-rekan LBH PMBI yang telah hadir dalam penyerahan SK ini,” ungkapnya.

Ketua DPD LBH PMBI Agus Sunarya, SH juga memberikan saran didalam sambutannya, dirinya berharap Lembaga Bantuan Hukum ini mampu bersinergi dengan pimpinan wilayah Kecamatan Sukadiri dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami dari DPD PMBI mengharapkan kepada DPAC Kecamatan Sukadiri mampu sinergitas dengan seluruh muspika Sukadiri dan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Sukadiri,” pungkasnya. (Banny)

Perhutani BKPH Glenmore KPH Banyuwangi Dan LMDH Bekerja Sama Semakin Baik Dan Kompak

Berita7. Banyuwangi- Awal tahun 2021 Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat BKPH Glenmore, gelar rapat sosialisasi bersama seluruh pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) bertempat dibalai pembenihan KRPH Gunungsari, BKPH Glenmore. Rabu (20/1/2020).

Dalam acara tersebut ada beberapa poin yang dibahas bersama LMDH diantaranya adalah, Budaya Perusahaan (Ahlak), Perhutanan Sosial (PS), Rencana Tekhnik Tahunan (RTT), Kawasan Perlindungan dan Agroforestry, Pldt.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Perhutani(Asper) BKPH Glenmore, Wondo, dan jajaranya serta ADM KPH Banyuwangi Barat yang diwakili oleh Humas Alex Nova dan pendamping PS LMDH Banyuwangi Barat.

Dalam penyampainya Asper BKPH Glenmore, Wondo, dirinya berharap kerjasama LMDH dengan Pihak perhutani semakin baik dan kompak, karena dengan kekompakan maka akan terwujud sinergivitas yang kokoh.

” Kami berharap pada tahun 2021 ini LMDH dan Perhutani kerjasamanya semakin baik dan bersinergi,” ujarnya. Rabu, (20/1/2021).

Selain itu dirinya berpesan kepada seluruh LMDH dan jajaran perhutani agar dilapangan bekerja sesuai tupoksi dan tidak melenceng dari aturan sesuai dengan AD ART, (Anggaran Dasar Rumah Tangga), karena LMDH dan Perhutani diikat dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang jelas,” ungkapnya.

Sementara Alex Nova, Humas sekaligus perwakilan KPH Banyuwangi Barat mengatakan, Program Perhutanan Sosial(PS) adalah sistim pengelolahan hutan lestari yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam hal ini, kata pria yang akrab disapa Nova tersebut karena LMDH melakukan pengelolahan dibawah lahan Perhutani maka kita buatkan Naskah Kesepakatan Kerjasama(NKK) antara Perhutani dan LMDH sehingga bisa mendapatkan SK dari LHK.

“Alhamdulillah lima LMDH diwilayah Kecamatan Glenmore, sudah mendapat SK dari LHK. Karena sudah mempunyai SK, maka kami berharap LMDH lebih giat dan pandai sehingga bisa berpikir lebih luas,” terangkanya.

Ditempat yang sama Harmadi, selaku pendamping PS LMDH Banyuwangi Barat menjelaskan, PS ini harus sukses, karena merupakan salah satu Program Pemerintah. Dan jalan untuk menuju sukses kita harus sering duduk bersama membuat program.

Kata Harmadi, antara Perhutani dan LMDH, harus menyukseskan bersama yang namanya PS. Caranya adalah, LMDH, Perhutani dan Desa serta masyarakat harus singkron,” ucapnya.

“Ditambahkan oleh Harmadi, PS itu sebagai penyempurna, dengan adanya PS ini, marilah kita sama-sama mensukseskan. Karena jika Ps sukses maka kesemuanya akan menjadi enak. Selain itu dirinya berpesan antara LMDH dan Perhutani harus singkrong dulu.

” Untuk menjadi sukses, Perhutani dan LMDH harus singkron dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui acara sosialisasi tersebut ditutup dengan penyerahan nomor Pekerja tahun 2021 kepada LMDH yang diserahkan oleh Asper BKPH Glenmore.

(Nrt)

Warga Griya Parung Panjang Rt.04/05 Siap Mengantar Besanan Keluarga Besar Dwi Indrianto

Berita7. Parung Panjang- Keluarga Besar Dwi indrianto baru-baru ini mengadakan rapat persiapan besanan bersama warga masyarakat khususnya yang ada di lingkungan Rt.04/05, dalam rangka pernikahan putra pertama yang akan di gelar pada hari Sabtu 6 Februari 2021, dirumah Keluarga Besar mempelai wanita, atau Keluarga Besan, pada Minggu (17/01/2021).

“Dwi Indrianto selaku orang tua dari mempelai pria dalam sambutanya mengatakan alhamdulilah kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada bapak-bapak khususnya di lingkungan Rt 04/05, yang hadir pada siang hari ini, yang kedua kami memohon dan meminta bantuan tenaga baik juga pemikiran kepada bapak-bapak lingkungan tetangga, khususnya di Rt.04/05 pada acara pernikahan putra pertama kami yang Insya Allah akan digelar pada tanggal 6 Februari 2021.

Pada kegiatan rapat tersebut tetap mengikuti Protokol Kesehatan 3M(Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

(Hendrik /Agus. P)

Kunjungan Bupati Abdullah Azwar Anas Dapat Apresiasi Dari Tokoh Nelayan Muncar

Berita7. Banyuwangi- Menjadi angin segar ditengah wabah Covid-19 ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyambangi para nelayan dan mengajak dialog, tujuan ini sangat karna dengan dialog tersebut tentu bisa menyerap aspirasi para pencari ikan di tengah lautan Selat Bali, hal ini mengundang aplause setinggi tingginya dari salah satu Tokoh Nelayan Pesisir Muncar.

H.Riediyanto atau bisa dipanggil Haji Riedi memang selalu menjadi Episentrum para pejabat terkait hasil laut dipantai yang didominasi oleh kalangan Telok Lema’ (Madura red) tak sampai disitu karena tokoh yang murah senyum memiliki rasa kepedulian terhadap kaum nelayan, bahkan bisa dianggap banyak menyerap tenaga kerja.

Kedatangan Bupati kita dan beberapa Kepala Dinas yaitu Dinas Perikanan dan PU ini patut dijadikan motivasi, karna telah mampu mengusung Bumi Blambangan ke tahta Internasional, dari Pariwisata hingga Budaya Tanah asing ke mancanegara, selasa (19/01/21).

Dialog kali ini sangat bagus karna tema yang diangkat terkait pengurusan dokumen, surat perizinan perusahaan yang berada dimuncar, pihak pemda Banyuwangi siap memfasilitasi sehingga para pemilik kapal laut tidak kesulitan dalam beraktifitas menangkap ikan. Dalam dialog tersebut Bupati Anas meminta pada pihak terkait agar ada solusi, agar peningkatan perekonomian dibidang tangkap ikan bisa lebih bergairah.

H. Riediyanto bersama para tokoh nelayan dan pengusaha dipesisir Muncar sangat mengapresiasi atas dialog yang bisa membuka jalan kepentingan nelayan, karna menurut tokoh yang murah senyum ini, hasil tangkap ikan ini tentu dapat meringankan kebutuhan sehari hari, memang banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan terkait hal tersebut, dengan duduk bersama semua pemilik kebijakan bisa mengambil langkah menuju solutif.

Saat ditemui awak media online dikediaman Dusun Tratas Desa kedungringin Kecamatan Muncar, H.Riedi akan terus mengawal, mengawasi setiap perkembangan yang terjadi terkait hasil dialog tersebut, karna aktifitas nelayan menjadi penghasilan pokok warga pesisir Muncar, dan berimbas kebaikan ekonomi diberbagai sektor , dan berharap semua pihak agar lebih Dewasa menyikapi tentang apapun yang berada di Muncar tutur Tokoh Cinta Sholawat.

Acara diakhiri dengan beramah tamah dikediaman H. Riedi, sesekali mengupas sekelumit Banyuwangi kedepannya, karna ada program kesinambungan dengan Bupati Terpilih, Ipuk Fistiandani.

(Nt/Hdr)

Terkait Anggaran Rp 191 Milliar DLH Tangsel Belum Mampu Atasi Sampah Dibawah Flyover Ciputat

Berita7 – Tangsel – Tangerang Selatan beberapa hari ini dihebohkan dengan sebuah berita terkait pembuangan sampah oleh warga setempat di bawah flyover Ciputat. Kejadian ini menjadi sebuah realita di Kota Tangsel bahwa permasalahan sampah masih menjadi masalah yang tidak pernah kunjung selesai.

Emanuella Ridayati, selaku Wakil Ketua Fraksi PSI melihat kejadian pembuangan sampah di bawah flyover ciputat adalah sebagai bukti bahwa pemerintah Kota Tangerang Selatan masih memiliki PR besar dalam menangani dan menanggulangi masalah sampah di Kota Tangsel.

Rida sapaan akrabnya, menyampaikan “Tangsel sebagai Kota yang produktif memproduksi sampah sebesar 970 Ton per-hari, sudah seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap penyelesaian masalah sampah ini, dengan Anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mencapai Rp. 191 miliar di Tahun 2021 ini, sebenarnya Pemkot Tangsel sudah memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap pengelolaan dan Penanganan Sampah di Kota Tangsel”.

Lanjut Rida, “Dengan Anggaran Rp. 191 Miliar seharusnya masalah kejadian sampah di Flyover Ciputat bisa diselesaikan, harus dipertanyakan juga apakah anggaran dikelola dan digunakan secara baik dan tepat sasaran, terbukti kejadian pembuangan sampah oleh warga dibawah Flyover Ciputat adalah fakta bahwa infrastruktur penanggulangan sampah seperti Bak Sampah tidak ada di tingkat RT dan RW, sehingga membuat masyarakat cenderung memilih membuang sampah di pinggir jalan hingga dibawah Flyover”.

Rida yang juga sebagai Anggota Komisi III ini menambahkan, bahwa masalah sampah di Kota Tangsel bukan hanya urusan dan tanggung jawab masyarakat saja. Tetapi juga tanggung jawab bersama.

“Edukasi sampah yang harus diberikan kepada masyarakat adalah hal yang penting, namun infrastruktur Sampah juga tidak kalah penting karna hal itu dapat menunjang dan membiasakan masyarakat untuk menerapkan teori edukasi yang telah diberikan oleh Pemkot Tangsel untuk penanganan sampah. Jadi jangan salahkan masyarakat jika harus membuang sampah sembarang kalau memang tidak ada Bak / Tong Sampah yang tersedia” tutupnya.

Seperti diketahui bersama, bahwa masalah pembuangan sampah oleh masyarakat setempat di Flyover Ciputat beberapa waktu lalu disebabkan adanya keluhan masyarakat terkait tempat pembuangan sampah yang tidak tersedia di tempat tinggal warga, padahal Anggaran DLH Tangerang Selatan mencapai Rp. 191 Miliar namun hanya memiliki 40 armada sampah dan 150 tenaga pesapon, berbanding terbalik dengan Kota Tangerang yang memiliki Anggaran sebesar 180 miliar dengan 460 Armada Sampah dan 653 Tenaga Pesapon.

Di konfrimasi lebih lanjut, rida menambahkan “Anggaran Rp. 191 Miliar yang dimiliki DLH adalah angka yang tidak kecil, Pemkot Tangsel harus berbenah dan memiliki sense crisis untuk masalah sampah ini, jangan hanya membiarkan lalu menyalahkan masyarakat saja, tapi juga berbenah. Apalagi dengan kepemimpinan yang baru terpilih nanti harus dapat menyelesaikan tantangan ini, penyelesaian sampah di Kota Tangsel adalah tinta emas yang akan tercatat dalam sejarah Kota Tangerang Selatan”.

(Hendra)

PMI Akan Bangun Rumah Sakit di Parungpanjang

Berita7. Parungpanjang – Ren­cana pembangunan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) di Perumnas ll Parungpanjang, Desa Lum­pang, Kecamatan Parungpan­jang, sudah memasuki peren­canan dan pengurusan izin.

”PMI bersama konsultan dan BPN Kabupaten Bogor mela­kukan survei ulang untuk pelaksanaan langkah-langkah, dari mulai izin dan perenca­naan sampai peletakan batu pertama yang nanti tanggal 14 Februari oleh Bupati Bogor, “ungkap Camat Parungpanjang Icang Aliudin kepada Wartawan, (18/01/21).

Icang menjelaskan survei ulang bertujuan melengkapi beberapa dokumen yaitu per­setujuan izin lingkungan dan membuat berita acara, ter­masuk pembuatan Markah sarana yang ada, yang akan diusulkan dari Desa sampai kecamatan.

“Rumah sakit nantinya yang akan dibangun dengan tipe D, baru nanti akan berangsur-angsur tahapan melangkah ke peningkatan status yang nantinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Rumah sakit ini juga menyediakan Bank darah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lumpang M Rodis Faisal me­gaku warganya menyambut baik rencana pembangunan RS PMI Kabupaten Bogor.

”Saya bersama masyarakat sangat menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan RSUD PMI Kabupaten Bogor, jika masy­arakat membutuhkan menda­patkan pelayanan kesehatan lebih mudah dan terjangkau atau lebih dekat,” imbuhnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Caning itu menuturkan, dengan adanya rumah sakit di wilayahnya akan berdam­pak positif bagi warganya karena sebagian besar warga Lumpang lulusan Akademi Kebidanan (Akbid).

”Warga Desa Lumpang yang lulusan akademi kesehatan dan akademi bidan bisa ter­salurkan. Bukan hanya itu, pembangunan rumah sakit juga terlaksana di sini. Dam­pak positif lainnya juga akan bermanfaat bagi warga seki­tar, ”pungkasnya.(Agus.P)

Biaya PSM Sebesar 700 Ribu Di MTSN 11 Banyuwangi Dikeluhkan Oleh Wali Murid

Berita7 – BANYUWANGI -biaya Peran serta masyarakat (PSM) di lembaga pendidikan dikeluhkan oleh wali murid, terlebih dimassa pandemi seperti sekarang ini.

Hal ini terjadi salah satunya di MTSN 11 Banyuwangi yang ada di kecamatan Kalibaru

Menurut DN salah satu wali murid, ketika penarikan biaya sumbangan sebesar 700 ribu rupiah para wali murid merasa keberatan.

“Wali murid ditarik biaya 700 ribu rupiah, jelas berat karena dimassa pandemi seperti ini juga terasa sulit perekonomian, seharusnya sekolah membuat pertimbangan keadaan perekokomian terlebih dahulu sebelum memberikan kebijakan penarikan sumbangan melalui komite sekolah.” ungkap DN

Sementara menurut kepala sekolah MTSN 11 Banyuwangi, Yang akrab dengan panggilan bu Jul ini, menyampaikan bahwa penarikan sumbangan tersebut sudah sesuai kesepakatan.

“Untuk biaya PSM itu sudah di rapatkan dengan pihak komite dan wali murid, dengan berita acara serta surat pernyataan wali murid, dan kami melakukan penarikan tidak menaikkan nominal sama sekali, dan itu sama nominalnya seperti tahun yang lalu.” katanya.

Sebelumnya kami juga sudah meminta pertimbangan dengan komite, namun dengan keadaan yang mendesak, keadaan bangunan sekolah yang sudah tidak memungkinkan, jadi komite menyetujui kebijakan tersebut.” lanjutnya

Diketahui dalam penarikan biaya PSM tersebut, wali murid disodori surat pernyataan kesanggupan melakukan pembayaran PSM yang sudah di konsep terlebih dahulu dalam surat pernyataannya sehingga wali murid hanya tinggal mengisi nama serta alamat dan nominal dana yang di bayarkan. (Snt)

Calon Kepala Desa Mulyasejati Rasini Siap Melanjutkan Program Pembangunan Yang Sudah Berjalan

Berita7. Karawang- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mulyasejati beberapa waktu yang lalu menerima satu pendaftar Bakal Calon Kepala Desa dari dalam pendaftaran tersebut Rasini di dampingi suami, keluarganya dan tim suksesnya serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Pilkades Mulyasejati mengatakan, Calon Kepala Desa Rasini datang untuk mendaftar bakal calon Kades didampingi suami dan sejumlah keluarganya telah diterima oleh Panitia Pilkades, pada saat mendaftar yang bersangkutan juga telah menyerahkan berkas persyaratan bakal calon Kades.

Selanjutnya dilakukan pengecekan berkas dan setelah itu diberikan tanda bukti, berkas persyaratan yang diserahkan kepada panitia, akan dicek dan diterima secara langsung apabila ada kekurangan bisa dilengkapi sebelum penutupan pendaftaran.

Sementara balon Kades Rasini mengatakan alhamdulillah pada hari ini kami beserta suami, keluarga, tokoh masyarakat dan tim sukses secara resmi telah mendaftar sebagai balon Kades untuk periode 2021/2027 mudah-mudahan dalam Pilkades nanti bisa terpilih dan akan melanjutkan program yang sudah berjalan siap sukseskan program pembangunan menuju Desa Mulyasejati yang lebih baik dan lebih maju lagi.

Dan bisa memimpin kembali enam tahun kedepan di Desa Mulyasejati dan untuk mewujudkan semua itu kami memohon do’a dan dukunganya dari warga masyarakat Desa Mulyasejati supaya sukses dalam Pilkades tersebut, tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada ketua panitia Pilkades yang sudah bekerja dengan keras tanpa kenal lelah dan semoga Pilkades di Desa Mulyasejati berjalan tanpa ekses, aman dan damai,” pungkasnya.

(Tata)

loading...

Akibat limbah Ayam Potong Dibuang Ke Sungai Warga Desa Sraten Dan Sarimulyo Resah

Berita7. Banyuwangi- Bangkai ayam potong yang dibuang ke sungai di keluhkan warga Sraten dan Sarimulyo, pasalnya sungai yang biasa di gunakan oleh warga untuk mandi atau mencuci banyak di penuhi bangkai ayam potong.

Saat ditemui awak media, salah satu warga yang enggan di sebut namanya berinisial SR mengatakan sudah beberapa minggu ini sungai sraten di penuhi bangkai ayam.

” Ini sudah ada beberapa minggu ini sungai yang biasa di pakai mandi atau memancing banyak di penuhi bangkai ayam, kalau masalah bau jelas karena itu bangkai ayam utuh kok ya di buang ke sungai jelas itu kan mencemari sungai, dari kandang yang mana kita tidak tahu yang terdekat dengan sungai ya yang ada itu di kandang yang ada di Dusun Cempokosari Desa Sari Mulyo,” ungkapnya.

Dengan adanya keluhan dari warga terkait pembuangan limbah bangkai ayam tersebut, awak media melanjutkan dengan mengkonfirmasi Kepala Desa Sarimulyo.

Ditemui di kantornya Kepala Desa Sarimulyo Didik mengatakan kalau kandang ayam di sini memiliki alat untuk melebur bangkai ayam.

” Kandang ayam disini saat saya tanya menyampaikan sudah ada alatnya untuk menghancurkan bangkai ayam dan tidak di buang ke sungai dan kalau butuh lebih jelasnya bisa langsung datang ke kandang, disana ada pemiliknya dan managernya mas,” jelas pak Kades kepada awak media di kantornya.(16/01/2021)

Sementara Manager pengelola kandang ayam Hari saat di temui oleh awak media mengatakan terkait pembuangan limbah bangkai ayam potong ini disini tidak pernah di buang ke sungai.

” Kalau disini pak kita tidak pernah membuang limbah ayam potong ke sungai karena disini kita memiliki alat untuk menghancurkan bangkai ayam potong yang kemudian kita pendam di tanah, dan biasanya ada yang mengambil bangkai ayam itu warga sekitar yang digunakan sebagai pakan lele dan itupun tidak banyak,” jelasnya.

(Snt)

Coffe Morning Forkopimda Tanjungbalai Asahan Di Maki Lanal TBA

Berita7. I Tanjungbalai Sumut- Hari ini di laksanakan Coffee Morning dalam rangka membahas tindak lanjut Pengerukan Sungai Asahan yang diselenggarakan di Maki Lanal TB/Asahan, Rabu(13/1/2021).

Acara yang dihadiri Wali Kota Tanjungbalai, H.M Syahrial SH, MH, Bupati Asahan H. Surya, BSc, Komandan Lanal TB/ Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, SE, Dandim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh S.Sos, Ketua DPRD Tanjungbalai Tengku Eswin ST, Ketua DPRD Asahan H.Baharudin Hrp,S.H.,MH, Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira. S,I,K. M,H, Kepala Bea Cukai Tanjungbalai Asahan I Wayang Saya serta Para OPD terkait.

Komandan Lanal TB/ Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, SE mengawali sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada hadirin yang hadir, Wali Kota Tanjungbalai, Bupati Asahan, Ketua DPRD Kab. Asahan, Ketua DPRD Tanjungbalai, Dandim 0208/AS, Kapolres Tanjungbalai, Kepala Bea Cukai Tanjung Balai.

Adapun maksud dilaksanakannya Coffee Morning pada pagi ini adalah untuk membahas tindak lanjut Pengerukan Sungai Asahan, Ujar Danlanal TBA

“Diaharapkan dengan digelarnya Coffee morning pada pagi hari ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan pengerukan Sungai Asahan yang sudah sangat mengkhawatirkan apabila tidak segera dilakukan pengerukan,” ucapnya.

Lebih lanjut Robinson juga menjelaskan akibat dari Pendangkalan Sungai Asahan akan membawa dampak buruk bagi mahluk hidup di sekitarnya disamping itu juga mengakibatkan penumpukan material padat di aliran Sungai Asahan yang dapat mencemari kualitas air sungai yang mengancam bukan hanya kehidupan hewan dan tumbuhan air tetapi juga kehidupan manusia, disamping itu material di badan sungai juga akan mengurangi daya tampung sungai serta mengubah aliran alami sungai, sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir seperti yang sudah sering menimpa daerah di aliran Sungai Asahan.

Menanggapi apa yang disampaikan Dan Lanal, Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan sudah membuat kesepakatan dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mencari solusi pendangkalan Sungai Asahan.

Untuk itulah beberapa waktu yang lalu telah dilakukan kajian dengan menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) dalam melakukan kajian terkait sedimentasi di aliran Sungai Asahan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan waktu itu juga telah dilakukan pertemuan di Aula Hotel Sabty (13/01/2020) yang dihadiri Kementerian LH dan Kehutanan RI, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perhubungan RI, Pemkab Asahan dan Pemkot Tanjungbalai.

Dari pertemuan yang dilakukan waktu itu, telah diambil kesepakatan berdasarkan beberapa kajian antara lain dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USU yang menyimpulkan bahwa timbulnya sedimentasi di sepanjang Sungai Asahan berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan, yang berdampak layunya ekonomi dan problematika sisial serta banjir, bahwa pengerukan Sungai Asahan sudah sangat mendesak.

“Untuk itu pada kesempatan ini saya berharap antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemkot Tanjungbalai apalagi didukung Forkopimda Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai dapat menghasilkan progres yang nyata demi terlaksananya pengerukan Sungai Asahan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk setiap Instansi terkait mendukung pengerukan alur Sungai Asahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Tanjungbalai dan Masyarakat Kabupaten Asahan.

(Arsito)