Berita7netTANGERANG. Harapan Pemkot Tangerang menyimpan anggaran bansos akan terwujud jika tidak ada penambahan kuota penerima dan kouta dipenuhi Kemensos dan Dinsos.

 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang berharap besar menggantungkan kuota Bantuan Sosial (Bansos) kepada Pemerintah Pusat (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi (Dinsos) Banten tampaknya akan terwujud. Pasalnya, setelah dihubungi oleh Awak Media Kementrian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten bersedia memenuhi kuota yang sudah diajukan oleh Pemkot Tangerang.

Jangan sampai yang sudah terima program Nasional seperti PKH dan BPNT mendapat bansos Covid-19.

Sesdirjen Kemensos Republik Indonesia, Ronny, mengatakan tidak ada masalah terkait kuota yang telah diajukan oleh Pemkot Tangerang. Hanya saja pendistribusiannya memang dilakukan secara bertahap. Hingga kini, dari kuota 89.242 yang diajukan, sudah terealisasi sebanyak 55.070 penerima.

“Kuota tersebut akan kami penuhi selama tiga bulan dengan data dan jumlah yang sama. Saat ini sudah memasuki pembagian tahap ke IV,” ujar Ronny saat dihubungi oleh Awak Media pada Jum’at 12 Juni 2020.

Selain itu, kemensos juga mengimbau Pemkot Tangerang mengenai Transparansi data penerima bansos untuk ditempelkan di setiap Kelurahan atau Kecamatan. Hal itu harus dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Bisa saja kan terjadi duplikasi ganda penerima manfaat. Jangan sampai yang sudah terima program Nasional seperti PKH dan BPNT mendapat bansos Covid-19. Itu jangan sampai terjadi dan itu murni menjadi peran Dinsos Kota Tangerang,” ucapnya.

Sekeretaris Dinsos Provinsi Banten, Budi, mengatakan hal senada dengan Kemensos terkait pendistribusian Bansos. Menurut dia, ada beberapa persoalan teknis yang membuat lambatnya pendistribusian bansos. Meski demikian kuota penerima manfaat sebanyak 86.783 yang diajukan oleh Pemkot Tangerang juga akan dipenuhi.

Saat ini, pendistribusian dari Dinsos Provinsi Banten baru sejumlah 10.258 penerima. Minggu ini akan ada pencairan kembali sebanyak 37.000 penerima.

“Perlahan kuota akan terpenuhi. Keterlambatan saat ini seputar administrasi pendataan saja. Tetapi jika gelombang 1 ini sudah selesai, maka gelombang kedua dan ketiga pendistribusiannya akan lebih cepat, karena data penerimanya yang sama,” kata Budi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jum’at, 12 Juni 2020.

Diketahui, Bansos yang berasal dari Kemensos berupa sembako senilai 600 ribu. Sedangkan untuk Bansos yang berasal dari Dinsos Provinsi berupa uang tunai 600 ribu yang di salurkan melalui Bank BJB. (FHR/red)*