oleh

Diduga Beredar Cairan Disinfektan Dan Handsanytaiser Ilegal

-Berita7-44 views

Berita7Net-Grobogan. Masa pandemi covid 19 diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, salah satu contoh di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah telah beredar jenis cairan yang masuk dalam kategori Pembekalan Kesehatan Rumah Tangga atau PKRT seperti Disinfektan dan Handsanytaiser yang di duga saat ini masih ilegal.

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Produk tersebut pertama kali di temukan di Kecamatan Grobogan tepatnya di toko YS yang kedapatan ikut menjual berbagai jenis cairan yang dalam lebel belum tercantum BPOM serta ijin edar ataupun komposisi.

Ana widya ningrum selaku pemilik toko YS kepada awak media menjelaskan bahwa pihaknya hanya di titipi saja oleh pelaku, yang menurut informasi pelaku usaha tersebut tinggal di Desa Getas rejo kecamatan Grobogan.

” Saya di sini hanya di titipi saja sama om nya , dan dulu waktu nitipin itu bilangnya sudah beres semua untuk masalah ijin dan sebagainya tapi ternyata kok malah kayak gini jadinya.” Tutur Ana saat wawancara dengan media.

Setelah mengetahui barang – barang yang di jualnya tidak berijin, sang pemilik tokopun akan segera mengembalikan semua barang tersebut ke pihak produsen. hingga berita ini diterbitkan pihak produsen/pengepul masih belum bisa/enggan memberikan keterangan lewat media.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Dr. Slamet Widodo saat dikomfirmasi tentang adanya peredaran produk PKRT yang di duga masih ilegal dan ditanya sejauh mana kewenangan Dinas Kesehatan terkait hal tersebut Dr. Slamet menyampaikan, “Terkait perijinan tentunya dari Dinas Kesehatan tidak ada kewenangan , namun di sini dinas kesehatan hanya punya kewenangan memberi rekomendasi serta melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha yang memproduksi produk PKRT “Terangnya.

Dalam Undang-Undang sudah jelas jadi pelaku usaha yang memproduksi/mengedarkan barang ilegal tersebut dapat di simpulkan telah melanggar Pasal 196 dan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan serta Pasal 62 ayat 1 UU RI No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
_(memproduksi dan menjual Barang tanpa izin edar.) ( Toni s )

Komentar