oleh

Bus Kita Trans-Pakuan Telah Beroperasi di Bogor

-Berita-109 Dilihat

Berita7 – Bogor- BUS layanan angkutan umum massal dengan konsep bus rapid transit (BRT) dengan standar pelayanan minimal (SPM) mulai beroperasi di Kota Bogor.

Bus-bus itu milik Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) diberi nama Bis Kita Trans-Pakuan yang mengaspal di koridor 5 (Ciparigi-Stasiun Bogor) dengan 27 titik pemberhentian.
Itu merupakan kolaborasi BPTJ dan pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal sesuai standar pelayanan minimal melalui subsidi berbasis skema buy the service (BTS).

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Secara keseluruhan, program BTS di Kota Bogor direncanakan akan tersedia 49 unit bus dengan ukuran sedang untuk melayani empat koridor meliputi koridor 1 (Terminal Bubulak-Sidangiang), koridor 2 (Terminal Bubulak-Ciawi), koridor 5 (Ciparigi-Stasiun Bogor), dan koridor 6 (Parung Benteng-Air Mancur Bogor). Baik pengoperasian unit bus maupun koridor yang dilayani akan dilakukan secara bertahap.

“Konteks kebijakan transportasi perkotaan ini merupakan kebijakan untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” kata Kepala BPTJ Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti di Bogor, kemarin.

Dia menyebut upaya itu sebenarnya sudah dimulai sejak 2019. Hanya, baru bisa terealisasi pada tahun ini.

Bis Kita Trans-Pakuan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ditujukan untuk memanjakan penumpangnya merasa nyaman dan aman.

Kapasitas penumpang maksimal 35 orang dengan 20 duduk dan 15 berdiri. Selain ber-AC, bus ini juga dilengkapi layar LED dan pengeras suara untuk pemberitahuan titik-titik. Kemudian, dalam bus tersebut juga dilengkapi CCTV yang dipasang di depan dan belakang.

“Koridor 5 ini antar jemput warga sampai area permukiman. Terminalnya di Ciparigi di dalam area kompleks perumahan (Villa Bogor Indah),” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Hingga akhir tahun ini, lanjut Bima, layanan Bis Kita Trans-Pakuan bisa digunakan warga secara gratis. Adapun pemberlakuan dikenai tarif akan disosialisasikan kembali.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo shelter dan bus itu dirancang ramah untuk disabilitas karena memiliki konsep low deck.
(Okta)