oleh

Firman Tendry Masengi,SH Luncurkan Relawan Puan Maharani Dengan Nama Seknas PMP

-Politik-79 Dilihat

Berita7- Jakarta- Ketua DPR Puan Maharani sudah memiliki kelompok relawan. Namanya, Sekretariat Nasional Puan Maharani Peduli (Seknas PMP). Seknas PMP diluncurkan di peringatan Hari Ibu, Rabu (22/12), dengan menggelar Diskusi Refleksi Akhir Tahun Perempuan Hebat bertema “Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Kebangsaan”, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Di acara itu juga diluncurkan tagar #PeremPuanHebat dari Seknas PMP.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan awal kami di Seknas PMP sekaligus soft launching,” jelas Ketua Umum Seknas PMP Firman Tendry Masengi. SH, dalam keterangannya, Kamis (23/12/21).

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara yaitu peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro, Guru Besar Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof Emrus Sihombing, dan akademisi Bambang Haryanto. Diskusi dipandu moderator RR Sasmaya Hati sekaligus perwakilan Seknas PMP Sumatera Utara.

Dalam diskusi, Siti Zuhro mengajak agar peringatan Hari Ibu harus dipahami secara utuh. Tidak hanya ditarik dari politik semata. “Tapi ini betul-betul memahami suatu peran penting perempuan dalam konteks dia ada di dalam rumah, di luar rumah, dan di dalam tingkat yang lebih besar makro negara bangsa,” ujarnya.

Dalam bidang politik, kata Siti Zuhro, perempuan masih sedikit yang terlibat. Di parlemen, perempuan memiliki kuota sebanyak 30 persen. Namun, angka tersebut tidak pernah melampaui 21 persen.

“Ini apa yang salah? Ini parpol gimana? PDIP partai besar, jadi kita dorong lagi kaum perempuan betul-betul dipertimbangkan, diakomodasi, dimuliakan, dan diperankan maksimal,” ujar Siti Zuhro.

Sementara, Emrus meminta agar perempuan memperluas akses diri sebagai aktor yang bisa mempengaruhi. “Perempuan harus bersaing dengan laki-laki, harus lebih hebat,” ujarnya.

Mengenai Puan, dia melihatnya sebagai sosok yang mumpuni untuk Pilpres 2024. Puan juga memiliki ideologi nasionalisme yang kuat.

“Harus saya sampaikan bahwa Puan satu-satunya calon yang saat ini memiliki jejak ideologis yang jelas dan pasti. Jangan lupa, Puan adalah anak ideologis sekaligus anak biologis nasionalis,” ungkap Emrus.

Sedangkan Bambang Haryanto menyatakan, di zaman Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga di abad ke-7, perempuan dikenal dengan kepemimpinan keadilan yang hebat. Kala itu, belum ada pemimpin laki-laki yang berlaku adil.

Dia menambahkan, calon pemimpin tentunya harus diuji. “Distruksi kepemimpinan oleh perempuan, mungkin saja bisa terjadi,” tegas Bambang.

(nn/red)