Berita7. Jember – Pendidikan di era modern ini demikianlah keadaannya, sekolah-sekolah, pendidikan tinggi, guru, dan murid mengalami banyak perubahan seperti hal-hal lain di jaman modern ini. Karena waktu terus berjalan dan perkembangan teknologi sangat pesat. Tak dapat dihindari bahwa perubahan pendidikan di era modern begitu cepat dari generasi ke generasi selanjutnya.

Sehingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. terus maju menuju sekolah moderen walaupun keberadaanya di daerah pinggiran ( Pedesaan) hal tersebut ditandai dari perkembangan murid yang dulunya kurang dari 500 pada tahun 2019 dengan 16 Rombel (Rombongan Belajar) dan dita1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) tahun 2022 sudah mencapai 666 yang terdistribusi dalam 21 Rombel (Rombongan Belajar).

Dengan adanya penambahan jumlah Rombel ( Rombongan Belajar ) ditahun 2022, Drs. Wahid Lestiyono, MM selaku Kepala SMA Negeri Mumbulsari menyanpaikan,” Saat ini kekurangan 6 ruang kelas, mereka 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) tempatkan di serambi mushola, 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) diruang BK, 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) diruang lab kimia, 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) diperpustakaan, 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) lagi diruang alat, dan 1(satu) Rombel (Rombongan Belajar) diruang kesiswaan/ruang OSIS”.

“Namun alhamdhulillah di tahun 2022 ini pemerintah memiliki parhatian yang cukup besar kepada SMA Negeri Mumbulsari, sehingga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022, SMA Negeri Mumbulsari mendapatkan 5 ruang kelas baru dan 2 laboraturium yang terdiri dari laboraturium fisika dan laboraturium biologi, kesemuanya masih dalam proses pembangunan, proses pembangunanya juga secara proses spesial atau khusus bantuanya lantai satu tapi harus dijadukan lantai dua karena lahanya terbatas”.

“Munculah persoalan dengan lantai dua maka dasarnya harus kuat, ketika memperkuat dasar itu disitualah muncul anggaran tambahan yamng ditanggung oleh komite dengancara merapatkan komite untuk mengumpulkan dana membangun deknya fondasinya, atasnya di biyayai pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK ) dua Unite diantara yang di bangun saat ini (2022) itu berlantai dua, sehingga untuk membuat dasarnya sekolah dalam hal ini komite harus mengihklaskan atau mengupayakan anggaran sebesar kurang lebih 115 juta, namun dananya belum cukup sehingga masih terus berusaha supaya dana itu bisa tercukupi”.

“Alhamdulillah kami bermitra dengan pemilik toko yang mau ikut serta membiayai awal dari kegiatan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) pembangunan di SMA Negeri Mumbulsari, setelah ini diharapkan ruang kelasnya relatif cukup tinggal kurang satu, labnya cukup kita segera menuju sekolah moderen mulai januari tahun 2023 kita akan ngebut,” ungkapnya.

@penulis : Bambang