Berita7. JEMBER – Implementasi kurikulum Merdeka yang dimulai dari sekolah penggerak angkatan 1 (2021-2022) dan sekolah penggerak angkatan 2 (2022-2023).

Dengan adanya hal tersebut sekolah-sekolah penggerak angkatan 1(satu) dan angkatan ke-2(dua) telah melaksanakan kurikulum merdeka, salah satunya adalah SMA Negeri 2 Tanggul, Jember, Jawa Timur. sebagai sekolah penggerak angkatan ke-2 (2022-2023).

Seperti yang dijelaskanya oleh Imam Suja’i selaku kepala SMA Negeri 2 Tanggul, Jember, Jawa Timur.“Angkatan ke-2(dua) itu dimualai dari 2022-2023, itu khusus untuk kelas 10 jadi bukan semua jenjang atau tingkatan hanya kelas 10 saja, kelas 11 dan kelas 12 itu melaksanakan kurikulum 13”.

“Kalau kendala tentunya ada, karena ini memang kurikulum yang berubah yang sedikit berbeda (kurikulum merdeka) dibandingkan dengan kurikulum 2013, kendalanya terutama dari kompetensi ini penting dan sumberdaya atau daya dukung yang di butuhkanmemang cukup berpengaruh”.

“Karena pada kurikulum merdeka ini proses pembelajaran itu lebih ditekankan pada pembelajaran diferensiasi, diferensiasi adalah pembelajaran yang dititik beratkan/difokuskan berlandaskan sesuai dengan kebutuhan kerakteristik siswa yang berbeda –beda dan beragam”.

“Sehingga pembelajaran yang ada di kelas itu harus bisa mencerminkan kebutuhan siswa yang sangat beragam itu, jadi inilah perlu adanya kopentensi guru untuk melaksanakan untuk melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa,” tuturnya.

(Bam/E’en)