Berita7 . TANGERANG – Sunat atau disebut khitan merupakan metode untuk membersihkan diri. Tindakan itu juga menurunkan risiko terjadinya penyakit menular seksual, infeksi saluran kemih, hingga kanker kelamin.

Oleh karenanya, Majlis ta’lim Al-Magfirah yang merupakan gabungan dari 14 Masjid Ta’lim yang ada di tiga kelurahan diantaranya kelurahan Sudimara Pinang, Kelurahan Kunciran indah dan Kelurahan kunciran bekerjasama dengan Kecamatan Pinang Kota Tangerang sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-15,

Acara Khitan dilakukan di Aula Kecamatan Pinang

Acara sunatan massal ini sekaligus mewadahi para pelaku usaha UMKM kecamatan juga UMKM dari Al-Magfirah terdapat stand yang menjual berbagai produk seperti Baju, Tas, Kerajinan tangan, olahan produk makanan, dan sejumlah produk lainnya hingga Bazar murah yang di hadirkan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang turut hadir memberikan harga lebih murah dari harga pasaran.

Dihadiri oleh para lurah se,-Kecamatan Pinang. Sebanyak 74 anak- anak berasal dari keluarga kurang mampu, Anak Yatim Piatu dan anak Dhuafa mengikuti prosesi khitan oleh dokter dari 4 puskesmas yang ada di wilayah kecamatan hingga dikerahkan sekitar 25 dokter beserta asisten perawatnya. Dan setelahnya Anak yang ikut di khitan juga mendapatkan bingkisan berupa sncak, sarung dan uang. Sabtu (11/11/2023)

Camat Pinang Syarifudin Harja Winata

Disampaikan oleh Camat Pinang Syarifudin Harja Winata pihaknya mengatakan. Hari ini kita ada beberapa kegiatan. Diantaranya ada BAZAR Murah dari Ketahanan Pangan (KETAPANG), ada Doorprize juga dari temen temen pengajian Almagfirah, ada UMKM dari kecamtan dan UMKM dari Almagfirah itu sendiri,

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan kepada masyarakat agar dia merasa dikurangi beban kehidupan sehari-hari, saya berharap mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dan terus berkelanjutan. Ujarnya.

Muhdorun. AP. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang

Muhdorun. AP. selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan. Jadi dalam rangka pasokan dan harga pangan. Hari ini kota tangerang melalui dinas ketahanan pangan kota tangerang kembali mengadakan kegiatan gerakan pangan murah, tujuannya memeberikan layanan masyarakat untuk memberikan harga lebih murah dari harga pasaran sehingga ini diharapkan dapat mengurangi beban konsumsi masyarakat dikeluarganya,

“Karena kami bekerjasa dengan Vendor-vendor harga dari distributor utamanya seperti beras disini itu dijual dari bulog, sehingga untuk ukuran beras yang 5 kiloberas sajahanya dijual seharga 25 ribu rupiah saja. Katanya

dr. Darsono Kepala Puskesmas Kunciran sekaligus selaku Owner rumah sunat Arahman sekaligus ketua umum Asdoki (AsosiasiDokter Khitan Indonesia)

dr. Darsono selaku Kepala Puskesmas kunciran sekaligus selaku Owner rumah sunat Arahman sekaligus ketua umum Asdoki (AsosiasiDokter Khitan Indonesia) pihaknya menjelaskan

Selain khitanan kegiatan hari ini juga ada pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah, kolesterol dan lainnya yang dilakukan oleh 4 puskesmas yang ada di kecamatan Pinang. Katanya

Lebih lanjut dr. Darsono menjelaskan.
Untuk teknis metode khitan itu sendiri kami menggunakan *Tekno sealer, Combo Sealer dan Stapler ZSR* sunat tanpa alat menempel & tanpa jahitan yang mana pasien sunat setelahnya bisa langsung mandi, bisa beraktifitas. perawatannya sangat simpel dan mudah cukup dengan Kompres Betadin dan Semprot dengan Cairan Antiseptik serta ditambahkan Obat obatan yang tingkat kesembuhannya pun dari 7 sampai 14 hari. Ucapnya.

Hj Nuroniah S.Pd (kiri) selaku Panitia pengelenggara Sunatan Massal

Disampaikan juga oleh Hj Nuroniah S.Pd selaku Panitia pengelenggara Sunatan Massal mengatakan ini sudah yang kedua kalinmya kami laksanakan sejak Al-Magfirah berdirinya tanggal 11 november 2008. .

Untuk melaksanakan sunatan massal ini tentu tidak mudah mencari anak yanh mau di khitan, unyuk itu kami menyisir selama 2 bulan,, dan dari awal desember kami sudah sosialisakian kepada para jamaah.

“Dan Alhamdulilah hari ini malahan semakin banyak yang daptar bahkan untuk informasi barusan ada 4 anak baru mendaptar. Jadi yang tadinya berjumlah 70 anak sekarang menjadi 74 anak.

“Kami bersyukur anak-anak dengan kondisi yang sudah siap akhirnya bisa dikhitan secara gratis,

“Dan diharapkan Anak-anak yang dikhitan ini dapat menjadi anak yang soleh, pinter, berbakti kepada kedua orang tua dan juga sukses dunia akhirat. Pungkasnya.
(ADV)