Polres Grobogan Berhasil Ungkap Kasus Pelaku Curanmor Disertai 13 Barang Bukti

Berita7. Grobogan – Operasi Sikat Jaran Candi 2022 yang digelar 25 Agustus-13 September, jajaran Polres Grobogan berhasil mengungkap dan mengamankan tersangka pelaku curanmor disertai 13 barang bukti dari hasil kejahatan para tersangka .Hasil ungkap ini digelar di Polres Pati bersama Jajaran Polres se-eks Polwil Pati.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi,S.I.K.,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Afitditya Arif Wibowo,S.I.K mengatakan , Polres Grobogan berhasil mengamankan 13 barang bukti dari hasil kejahatan para tersangka kasus curan diantaranya 12 unit sepeda motor serta 1 unit mobil kijang super.Jelas Kasat Reskrim /Senin 26/9/2022

Selain itu Kasat Reskrim(Afiditya) juga menyampaikan bahwa ada enam tersangka yang kami tahan tiga diantaranya adalah TO yaitu : -Lambang Saputro(28)warga desa Tlogorejo Kec Tegowanu
-Ahrul Saifudin(15) tidak di tahan warga dsn pedak desa nenduran kec. brati
-Muhamnad Ali Idris (17) warga dsn Dolah desa ngeluk Kec penawangan.
Sedangkan kasus non TO diantaranya,-Sutarno (42)warga desa putatbganten kec.karangrayung
-Suwaji(42)warga dsn pojok desa pojok kec.pulokulon
-Mustaqim(36) warga dsn Kayen desa rawoh kec.karangrayung,mereka melakukan aksinya di sejumlah titik diantaranya kecamatan,Godong,Toroh,Geyer,Purwodadi,sedangkan 2 tersangka TO ditangkap di Tegowanu dan Brati.Terang Kasat Reskrim Afiditya

Sementara itu salah satu korban curanmor (Ibu Igwan 46)warga desa ngrandah merasa senang dan gembira karena sepeda motornya jenis Yamaha Nmax berhasil ditemukan kembali dan itu berkat kerja keras dari anggota kepolisian Polres Grobogan dalam hal ini Satreskrim, ucapan terimakasih kepada Kapolres Grobogan beserta jajarannya tentunya pun disampaikan Ibu Igwan dengan perasaan terharu setelah diterimanya penyerahan kunci secara Simbolis oleh Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi ,S.I.K,.M.Sidi halaman Mapolres Pati.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi,S.I.K,.M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Afitditya Arif Wibowo ,S.I.K ,menghimbau pada masyarakat agar lebih hati-hati dalam menaruh kendaraan nya serta jangan lupa untuk mengunci stank agar kendaraan aman terhindar dari curanmor.

Dalam kasus ini para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,barang siapa mengambil suatu barang,yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum”, ungkap Kasat Reskrim Afiditya Arif Wibowo,S.I.K

@penulis : Toni s

Tujuan Utama Program Batas Desa Semenjak Regulasi Permendagri No. 45 Tahun 2016

Berita7. JEMBER – Semenjak regulasi Permendagri No. 45 tahun 2016 keluar maka efektif terhitung mulai 2017, setiap desa telah diwajibkan untuk melakukan pemetaan yang berkaitan dengan batas wilayahnya serta kemampuan atau batas kapasitas yang dimiliki oleh desa, sehingga Dispemasdes ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ) Kabupaten Jember, melakukan koordinasi dan memandu pihak-pihak Pemdes sesuai dengan regulasi yang ada.

Sepanjang kegiatan Dispemasdes ( Dimas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ) Kabupaten Jember yang berlangsung ditahun 2022, mendapatkan fasilitas dari rekan-rekan dibagian tata pemerintahan, dan untuk sementara ada 26 desa dan 22 kelurahan yang sudah melakukan penetapan batas desa dan kelurahan di kabupaten Jember, akan tetapi hal tersebut menjadi pertanyaan kesesuaianya dengan ketentuan Permendagri No. 45 tahun 2016, sehingga saat ini tahun 2022 Dispemasdes Kabupaten Jember, mengajukan untuk di verval, jadi masih dalam tahap verifikasi dan validasi yang kita ajukan di BIG ( Badan Informasi Geospasial ) RI.

Sedangkan untuk tujuan utamanya Peraturan Permendagri tersebut Adi Wijaya, selaku kepala Dispemasdes menjelaskan,” Tujuan utama terbitnya Permendagri No. 45 Tahun 2016 tidak lepas juga dari Permendagri No.1 Tahun 2017 Tentang Penataan Desa, jadi kaitanya dengan penetapan wilayah administrasi desa, itu juga terkait,1 dengan masalah administrasi kependudukan yang pastinya semuanya berkaitan dengan administrasi kewilayahan, 2, menyikapi fenomena dan dinamika yang sering terjadi antara lain dengan sengketa batas, dalam hal kemudian ada wilayah yang mempunyai nilai ekonomis, kemudian batas ini biasanya gak jadi masalah tiba-tiba saat muncul nilai ekonomi disitu akhirnya menjadi konflik horizontal antar desa yang berbatasan”.

“Fenomena yang lain kaitanya dengan pengajuan desa untuk pemekaran, kemudian ada beberapa usulan yang kami tampung juga kaitanya dengan pemecahan dusun, ini akan berkaitan erat dengan penetapan batas desa, karena diatur dalam Permendagri 1, Tahun 2017 semua proses pemecahan itu harus diawali dulu dari penegasan batas desa,”

@penulis: Bambang

Pengembangan Destinasi Parawisata Kini hadir lagi diBogor.

Berita7. BOGOR – Mungkin anda pernah mendengar, lokasi Wisata yang kini sedang dalam perbincangan, dengan konsep Rumah adat.

Bahkan, Tempat wisata yang satu ini terkesan lebih memanjakan para pengunjungnya dengan pemandangannya yang lebih menarik dari tempat wisata lain yang ada Bogor. Senin (26/9/22)

WISATA LEMBUR ANYAR 

Wisata Lembur Anyar yang berlokasi di Kampung ARCAWINANGUN. RT, 005 RW.007. Desa GUNUNG SARI, Kecamatan PAMIJAHAN Kabupaten BOGOR, pun memberikan fasilitas khusus bagi anda yang ingin menghabiskan waktu bermalam sudah ada cottage yang di sediakan.

Ada juga fasilitas tempat yang sangat menarik di Wisata Lembur Anyar ini diantaranya Arum Jeram, Tempat Api Unggun, Aula Rapat Kerja, juga Tempat tempat untuk anda berselfy ria bahkan Saung untuk tempat anda menikmati pemandangan juga tersedia di berbagai titik nyaman dan indah yang bisa di nikmati.

Apakah anda sedang sedang merancang liburan yang menyenangkan?

Tentu selama pandemi Covid-19 mungkin ada rasa suntuk hingga pada suatu hari anda membayangkan bersantai di pebukitan dengan nyaman bermalam di sebuah cottage atau pondok wisata?

Jawabannya adalah ada di WISATA LEMBUR ANYAR.

Tempat WISATA LEMBUR ANYAR ini rencananya akan di buka pada Awal Tahun 2023 tersebut bisa juga digunakan untuk anda sekeluarga bermalam atau rapat kerja bersama tim..komunita. maupun berorganisasi, karena di WISATA LEMBUR ANYAR juga menyiapkan tempat siap huni dengan cottage rumah gaya adat di pedesaan, Selain tempat itu sederhana namun cukup untuk menghangatkan hawa dari dingin nya suasana malam.

Cottage dengan fasilitas satu ruang tamu besar di lantai bawah dan dua kamar tidur di lantai atas itu juga mendeskripsikan rumah liburan berbingkai kecil di kaki gunung Termasuk untuk tempat tinggal.

(@penulis: Ivan)

Wali Murid Kecewa Terhadap Tindakan Pihak Sekolah Atas Dipotongnya Tabungan Siswa

Berita7. Grobogan – SMP2 N Geyer mewajibkan siswa untuk menabung sebesar Rp 20 ribu / bulan kelas 1(satu) sampai kelas 3(tiga) hal tersebut dibenarkan dengan adanya kartu tabungan dan tertera dengan jelas dalam kartu tabungan, pembayarannya setiap tanggal 10 awal bulannya dan ditanda tangani a/n Kepala sekolah lengkap dengan NIPnya.

Dikarenakan adanya potongan saat menerima uang tabungan, satu persatu Wali Murid lulusan tahun ajaran 2021 SMPN 2 Geyer kabupaten Grobogan buka suara lantaran kecewa terhadap tindakan pihak Sekolah atas pengembalian uang Tabungan Yang Tidak Utuh, pihak sekolah melakukan pemotongan uang tabungan siswa yang sudah 3 (tiga) tahun menabung.

Dari keterangan wali murid (tn) mengatakan” kami hanya menerima Rp 325 ribu hampir setengah dari jumlah tabungan siswa yang terkumpul yaitu Rp 720 ribu/siswa menurutnya tabungan tersebut rencananya dipergunakan untuk study tour siswa,sehubangan dengan adanya pandemi covid19 kegiatan study tour tersebut ditiadakan, sedangkan potongan tabungan sebesar Rp.395.000 di pergunakan pihak sekolah untuk beaya kegiatan yang berhubungan dengan kelulusan.terangnya.

Begitu juga yang disampaikan wali murid lainnya (sr) bahwa ada pemotongan tabungan siswa yang dipergunakan untuk beaya kegiatan berkaitan kelulusan sekolah,secara rinci saya kurang tahu, seingat saya dipergunakan untuk penulisan dan pendistribusian,sampul ijazah,kegiatan perpisahan,serta kenang kenangan pembangunan tempat parkir “tandasnya”.

Drs.Suharyanto Kepala SMPN2 Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan, Dalam masalah tersebut sudah melaui persetujuan perwakilan orang tua melalui komite Sekolah.

Suharyanto menambahkan.” Kami siap bertanggungjawab segala yang kami lakukan baik terhadap atasan atau pun hukum yang berlaku “jelasnya”.

Disisi lain Bidang penindakan lembaga investigasi tindak pidana korupsi aparatur negara (LI-TPK ANRI ) Jawa tengah yang secara kebetulan juga Ikut menyoroti terkait adanya dugaan pemotongan tabungan di SMPN2 Geyer juga ikut memberi komentar.

Masrikin Bidang Penindakan LI-TPKANRI menyampaikan.” Jika memang dugaan Pungutan uang tabungan dilakukan oleh satuan sekolah ini benar terjadi tentu berpotensi maladmnistrasi dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ” harus difahami ketentuan Pasal 9 Ayat (1) Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan menyebutkan satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan Pemerintah, dan/atau Pemerintah Daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.”Kemudian dalam Pasal 181 huruf di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 menyebutkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, baik Perseorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Lebih lanjut terkait dugaan potongan yang berpotensi terjadinya maladminstrasi serta ketidak Patuhan terhadap peraturan perundang undangan yang belaku, kami akan segera berkoordinasi dan konsultasi kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Grobogan untuk segera melakukan tinjauan terkait pemotongan tabungan yang terjadi di SMPN 2 Geyer.

Melihat bahwa gerakan menabung di sekolah pada dasarnya adalah hal yang baik. Kegiatan tersebut merupakan sebuah pembiasaan kepada siswa untuk hidup hemat, tetapi pada prakteknya sudah salah kaprah. Yang menabung bukan siswa, tetapi orang tua yang menitipkan tabungan kepada anaknya untuk ditabungkan.

Tenaga pendidikan kan sudah repot, jangan sampai disibukkan dengan urusan tabungan siswa. Dan Jangan sampai ada kisah guru dikejar-kejar orang tua siswa atau berurusan dengan Aparat penegak hukum karena urusan uang tabungan siswa. Hal ini disamping bisa menjadi aib dan merugikan nama baik, baik guru sebagai pribadi sendiri maupun sekolah sebagai institusi “pungkasnya”.

@penulis : Toni s

Muscab Sekaligus Pemilihan Ketua DPC HKTI Kabupaten Jember Periode 2022-2027

Berita7. JEMBER – Musyawarah Cabang DPC HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) kabupaten Jember dengan tema ” Penguatan Dan Penataan Organisasi Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Jember ” yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 21 September 2022, di Hotel Luminor kabupaten Jember, dan dihadiri ketua DPC HKTI Kabupaten, Sekretaris DPC HKTI Kabupaten Jember, Perwakilan DPC HKTI Jawa Timur, Perwakilan Pemda Kabupaten Jember, Perwakilan Polres Jember, Perwakilan Kodim Jember, DPD OKK Jawa Timur, dan para PAC HKTI bersama Ranting se-kecamatan yang berada diwilayah kabupaten Jember.

Dalam acara Muscab yang berlangsung bertujuan untuk memperkuat dan menata keorganisasian dewan pengurus DPC HKTI Kabupaten Jember agar kedepanya lebih baik, lebih kompak dan lebih sholid lagi, seperti yang dijelaskan Jumantoro selaku ketua DPC  HKTI Kabupaten Jember yang masih aktif di tahun 2022 walaupun tinggal beberapa bulan lagi masa jabatanya sebagai ketua DPC HKTI Kabupaten Jember,

Selain pembahasan yang berkaitan tentang penguatan dan penataan dewan kepengurusan DPC HKTI Kabupaten Jember, dalam acara tersebut sekaligus dilakukan pemilihan ketua DPC HKTI Kabupaten Jember terpilih untuk periode tahun 2022 – 2027. dengan 2 calon akan tetapi dari hasil pemilihan sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Jember untuk periode 2022 – 2027 dimenangkan oleh Muhammad Sholeh dengan banyaknya dukungan dari 31 PAC beserta Ranting HKTI kecamatan di kabupaten Jember.

Sebagai calon yang terpilih dalam pidatonya Muhammad Sholeh menyampaikan,” Terimakasih sudah mempercayakan kepada kami untuk memimpin HKTI Kabupaten Jember, mari bersama-sama bagaimana mensejahterakan para petani di kabupaten Jember, dan bagaimana mengatasi persiapan petani di kabupaten Jember, untuk saat ini kami akan melakukan konsolidasi internal”.

“Sehingga HKTI Kabupaten Jember benar-benar mampu menjadi wadah, yang mampu memberikan solusi setiap persoalan petani di kabupaten Jember,”tuturnya lebih lanjut.

(Bambang)

Tuntut Bupati Bersikap, FJK Aksi Moral Dugaan Kasus Penganiayaan Wartawan

Berita7. KARAWANG – Berbagai organisasi kewartawanan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karawang (FJK) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Karawang, Rabu (21/9/2022).

Aksi mereka menuntut Bupati dan Wakil Bupati Karawang untuk segera ikut bersikap atas kasus dugaan penganiayaan dua jurnalis di Karawang. Pasalnya, terduga pelaku merupakan oknum kepala dinas di lingkungan Pemkab Karawang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, selain melakukan orasi, para awak media juga melakukan aksi tabur bungga sebagai bentuk keprihatinan atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korbannya dua jurnalis di Karawang.

Para awak media juga melakukan aksi treatikal mengguyurkan air mineral ke spanduk aksi, sebagai ilustrasi kejadian di TKP. Yaitu dimana salah satu korban dipaksa untuk meminum minuman keras (miras) dan air kencing oleh terduga pelaku.

Koordinator aksi, N. Hartono menyampaikan, FJK menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati segera ikut bersikap atas kasus ini, di luar proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polres Karawang.

Disampaikannya, kasus dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis Karawang ini sudah diluar nilai-nilai batas kemanusiaan. Yaitu dimana salah satu korban dipaksa untuk meminum air kencing oleh terduga pelaku yang merupakan oknum ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

“Kawan-kawan hari ini kita aksi damai. Kita menuntut Bupati dan Wakil Bupati juga ikut bersikap. Karena kasus ini melibatkan oknum bawahannya,” tutur N. Harton, dalam orasinya.

Kembali berdasarkan pantauan di lokasi, aksi demonstrasi para awak media ini juga menuntut Bupati-Wakil Bupati untuk hadir di kerumunan masa aksi, untuk mendengarkan aspirasi dari para awak jurnalis.

Namun sayangnya, aksi yang berjalan kurang lebih selama satu jam ini tidak bisa menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Karawang. Dengan alasan keduanya masih sibuk mengikuti agenda PATEN di Kecamatan Telukjambe Timur. Sehingga masa aksi hanya dihadirkan Kepala Kesbangpol, Sujana.

Awalnya, para awak jurnalis mendengarkan pernyataan Sujana dengan kondusif. Tetapi berselang beberapa menit kemudian, masa aksi terlihat mulai tidak kondusif. Karena menganggap apa yang disampaikan Sujana tidak substansial terhadap isu dan tuntutan yang disampaikan masa aksi.

Sehingga masa aksi menarik atau membubarkan diri dari kerumunan Sujana yang dikawal ketat aparat kepolisian.

Para awak jurnalis menganggap jika pernyataan Sujana tentang Undang-undang ITE terkesan malah ‘mengajarkan’ para awak media. Padahal berkaitan dengan Undang-undang ITE merupakan salah satu pekerjaan setiap hari yang berkaitan dengan awak media.

Di akhir aksi, para awak media menegaskan, selain akan mengawal terus proses hukum yang masih berjalan di Polres Karawang, para awak media atas nama FJK juga akan berkirim surat ke Polda Jabar dan Mabes Polri untuk menuntut, agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan penganiayaan dan penculikan dua jurnalis di Karawang ini.

Untuk diketahui, aksi di depan kantor Bupati Karawang ini tidak hanya diikuti oleh organisasi wartawan di Kabupaten Karawang. Melainkan juga diikuti oleh awak jurnalis dari Kabupaten Cianjur, Bekasi dan Purwakarta.

Dan sebelumnya diberitakan, penyidik Satreskrim Polres Karawang telah melakukan olah TKP di sekretariat Asosiasi Futsal Kabupaten Karawang (AFK), komplek Stadion Singaperbangsa Karawang, dengan menghadirkan kedua korban, pada Selasa (20/9/2022).

Namun police line yang dipasang di TKP, tiba-tiba menghilang dicopot oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada Rabu (21/9/2022) pagi.

Setelah mengetahui kabar ini, penyidik dari Satreskrim Polres Karawang akhirnya kembali memasang police line di TKP.

FJK Tuntut Bupati Agar Ikut Bersikap, Atas Dugaan Kasus Penganiayaan Wartawan

Berita7. Karawang – Berbagai organisasi kewartawanan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karawang (FJK) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab Karawang, Rabu (21/9/2022).

Aksi mereka menuntut Bupati dan Wakil Bupati Karawang untuk segera ikut bersikap atas kasus dugaan penganiayaan dua jurnalis di Karawang. Pasalnya, terduga pelaku merupakan oknum kepala dinas di lingkungan Pemkab Karawang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, selain melakukan orasi, para awak media juga melakukan aksi tabur bungga sebagai bentuk keprihatinan atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korbannya dua jurnalis di Karawang.

Para awak media juga melakukan aksi treatikal mengguyurkan air mineral ke spanduk aksi, sebagai ilustrasi kejadian di TKP. Yaitu dimana salah satu korban dipaksa untuk meminum minuman keras (miras) dan air kencing oleh terduga pelaku.

Koordinator aksi, N. Hartono menyampaikan, FJK menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati segera ikut bersikap atas kasus ini, di luar proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polres Karawang.

Disampaikannya, kasus dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis Karawang ini sudah diluar nilai-nilai batas kemanusiaan. Yaitu dimana salah satu korban dipaksa untuk meminum air kencing oleh terduga pelaku yang merupakan oknum ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

“Kawan-kawan hari ini kita aksi damai. Kita menuntut Bupati dan Wakil Bupati juga ikut bersikap. Karena kasus ini melibatkan oknum bawahannya,” tutur N. Harton, dalam orasinya.

Kembali berdasarkan pantauan di lokasi, aksi demonstrasi para awak media ini juga menuntut Bupati-Wakil Bupati untuk hadir di kerumunan masa aksi, untuk mendengarkan aspirasi dari para awak jurnalis.

Namun sayangnya, aksi yang berjalan kurang lebih selama satu jam ini tidak bisa menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Karawang. Dengan alasan keduanya masih sibuk mengikuti agenda PATEN di Kecamatan Telukjambe Timur. Sehingga masa aksi hanya dihadirkan Kepala Kesbangpol, Sujana.

Awalnya, para awak jurnalis mendengarkan pernyataan Sujana dengan kondusif. Tetapi berselang beberapa menit kemudian, masa aksi terlihat mulai tidak kondusif. Karena menganggap apa yang disampaikan Sujana tidak substansial terhadap isu dan tuntutan yang disampaikan masa aksi.

Sehingga masa aksi menarik atau membubarkan diri dari kerumunan Sujana yang dikawal ketat aparat kepolisian.

Para awak jurnalis menganggap jika pernyataan Sujana tentang Undang-undang ITE terkesan malah ‘mengajarkan’ para awak media. Padahal berkaitan dengan Undang-undang ITE merupakan salah satu pekerjaan setiap hari yang berkaitan dengan awak media.

Di akhir aksi, para awak media menegaskan, selain akan mengawal terus proses hukum yang masih berjalan di Polres Karawang, para awak media atas nama FJK juga akan berkirim surat ke Polda Jabar dan Mabes Polri untuk menuntut, agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan penganiayaan dan penculikan dua jurnalis di Karawang ini.

Untuk diketahui, aksi di depan kantor Bupati Karawang ini tidak hanya diikuti oleh organisasi wartawan di Kabupaten Karawang. Melainkan juga diikuti oleh awak jurnalis dari Kabupaten Cianjur, Bekasi dan Purwakarta.

Dan sebelumnya diberitakan, penyidik Satreskrim Polres Karawang telah melakukan olah TKP di sekretariat Asosiasi Futsal Kabupaten Karawang (AFK), komplek Stadion Singaperbangsa Karawang, dengan menghadirkan kedua korban, pada Selasa (20/9/2022).

Namun police line yang dipasang di TKP, tiba-tiba menghilang dicopot oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada Rabu (21/9/2022) pagi.

Setelah mengetahui kabar ini, penyidik dari Satreskrim Polres Karawang akhirnya kembali memasang police line di TKP.

@penulis : Tata

DPP INPERA Kutuk Keras Pelaku Kekerasan Pada Wartawan Oleh Oknum Pejabat

Berita7. Karawang – Dewan Pimpinan Pusat Insan Pers Nusantara (DPP INPERA) atas kekerasan terhadap Wartawan yang terljadi Minggu dini hari (18/9/2022) dilakukan diduga oleh oknum pejabat Pemerintahan Kabupaten Karawang yang berinisial A.

Ketua DPP INPERA, Heri Widodo mengatakan, “Mengutuk keras dan sangat disayangkan sekali kalau kejadian terhadap rekan se-profesi Gusti Setya Gumilar alias Junot, yang telah mengalami penganiayaan oleh oknum ASN, padahal sesuai aturan, Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 tahun 1990,” ungkap Heri.

Dari kronologis kejadian yang disampaikan Junot kepada media saat diwawancara, Junot mendapatkan perlakuan penganiayaan dan penyiksaan serta intimidasi yang tidak manusiawi dari seorang oknum ASN dengan latar belakang pemberitaan seputar kegiatan lounching PERSIKA 1951 di Stadion Singaperbangsa yang tidak diterima oknum ASN tersebut.

“Perlakuan seseorang kepada Wartawan oleh oknum pejabat dengan mengintimidasi, penculikan, dan persekusi perlakuan Biadab, terkait salah dan benar seorang Wartawan semua ada proses dan ketententuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

“Kami dari DPP INPERA mengecam dan mengutuk keras atas perlakuan oknum ASN, kepada jajaran Polres Karawang segera usut dan tangkap dan adili, sesuai laporan korban nomor :STTLP/174/lX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES/POLDA JABAR,” pungkasnya.

( Tata )

SMA Negeri Arjasa Apresiasikan Program Dispendukcapil (Jempol Disko)

Berita7. JEMBER – Kehadiran Dispendukcapil ( Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kabupaten Jember di SMA Negeri Arjasa, pada hari Senin, tanggal 19 September 2022, dengan Program barunya yaitu ” Jempol Disko ( Jemput Bola di Sekolah )” merupakan salah satu program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dispendukcapil ) Kabupaten Jember yang bertujuan membantu kesuksesan program pemerintah bagi mereka ( Penduduk Indonesia ) yang berusia 17 tahun agar memiliki Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) sebagai identitas asli diri, seperti yang dijelaskan Sesilia, S.Pd ( Kasi Pergi Datang/Dispendukcapil .)

Hal tersebut mendapatkan tanggapan baik dari Widiwasito, S.Pd, M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri Arjasa, ia menyampaikan,” Program Jempol Disko ( Jemput Bola di Sekolah ) ini adalah program yang sebenarnya ditunggu oleh masyarakat utamanya adalah masyarakat yang berada di pinggiran, kebetulan anak-anak (siswa-siswi) kami ( SMA Negeri Arjasa ) kenyataan bahwa yang usia 17 ke atas masih banyak sekali yang belum memiliki KTP ( Kartu Tanda Penduduk )”.

.

“Dengan adanya Program Jempol Disko ( Jemput Bola di Sekolah ) adalah hal yang sangat luar biasa, karena Anak-anak ( siswa-siswi ) atau orang tua ( wali murid ) disekolah kami ( SMA Negeri Arjasa ) rata-rata notabene( keluarga ) dari desa, untuk datang ke Dispendukcapil dalam rangka kepengurusan Administrasi Kependudukan seringa kali banyak kendala, kendalanya gak pengalaman, takut, waktu (pekerjaanya akan terganggu), dan yang sering kali dialami adalah masalah biaya, untuk datang ke Dispendukcapil kan harus biaya,” tuturnya.

Dengan adanya program Jempol Disko ( Jemput Bola di Sekolah) SMA Negeri Arjasa mengapresiasikan Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kabupaten Jember, kehadiran disekolah, untuk membantu para siswa-siswinya mengingat Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) adalah identitas yang penting dalam setiap kegiatan salah satunya adalah bepergian.

(Bambang)

Kecamatan Neglasari Berharap Raih Kembali Adipura 2022

Berita7. TANGERANG – Penilaian lomba Adipura Tahun 2022 Pemerintah Kecamatan Neglasari kota tangerang melakukan persiapan dari Kantor kecamatan serta di sepanjang trotoar Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, Senin (29/08/2022).

Dalam rangka penilaian perlombaan Adipura 2022 ini, Kecamatan Neglasari bersama seluruh elemen masyarakat/warga Kecamata Neglasari beserta jajaran nya, hadir untuk membantu ajang perlombaan Adipura 2022 ini, dan berharap mendapatkan kembali piala Adipura.

Salah satu poin penting dalam penilaian Adipura ialah, Lingkungan Pemukiman terbersih, terindah,aman,dan tertib , untuk mendukung program pemerintah kota Tangerang meraih Adipura 2022

Camat Neglasari, Tubagus Sani Soniawan AP, M.Si., mengatakan ” kami berharap mudah-mudahan Tahun ini kembali mendapatkan piala Adipura.

“insayaallah kalau kerja keras bersama-sama pegawai, Masyarakat dan UPD kita bisa mendapatkan Adipura kembali. Ujarnya

Ditempat yang sama Sekcam Neglasari DRS.HR Acep Suhadirman menambahkan ” bahwa menjaga kebersihan, keindahan keamanan dan ketertiban adalah keperdulian dan kewajiban kita semua, untuk itu kecamatan Neglasari beserta jajaran dan masyarakat bekerja bersama-sama guna mewujudkannya, sebagaimana program pemeritah Kota Tangerang. ; Pungkasnya

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.