Tekab 308 Polres Lamteng Berhasil Mengamankan Pelaku Modus Pinjam Mobil Lalu Digadaikan

Berita7. Lampung- Kanit Ipda M. Putra Ramdhoni, S.Tr.K bersama Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah menangkap pelaku penipuan dan penggelapan mobil berinisial AA alias Andi (24) Lingkungan Kampung Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah, Senin (22/02/2021) sekitar jam 09.00 WIB.

Berdasarkan keterangan korban Dedi S W (35) warga Kampung Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara, pada hari Sabtu (01/08/2020) bersama saksi ADE dan Saksi Mita berangkat menuju ke Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lamteng untuk bermain dengan menggunakan kendaraan 1 unit mobil merek Honda City warna silver lalu saat saksi ADE ingin pulang maka pelaku S meminta di antarkan ke acara hiburan orgen tunggal yang berada di dekat SD Fajar Bulan.

Saat diperjalanan didepan gang pelaku AA Alias Andi sudah menunggu di pinggir jalan, pelaku AA Alias Andi masuk kedalam mobil, sesampainya di SD Fajar Bulan tersangka S (dpo) meminjam Mobil yang di bawa oleh ADE untuk menjemput kawannya namun yang membawanya Pelaku AA Alias Andi, untuk menjemput TAM yang sudah tertangkap duluan hingga akhirnya Pelaku Tam dan Andi membawa mobil tersebut untuk di gadaikan seharga Rp.5.000.000.- tanpa izin dari Ade selaku pemilik mobil,“ katanya.

Selanjutnya atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polres Lampung Tengah dengan nomor laporan : LP / 979-B / VII / 2020 / Polda LPG / Res Lamteng, Tanggal 12 Agustus 2020, dengan berbekal laporan Polisi Kanit Ipda M. Putra Ramdhoni, S.Tr.K bersama Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Pelaku Tam terlebih dulu,“ kata Edi.

Setelah menangkap Pelaku Tam lalu mengembang ke pelaku AA Alias Andi dan berhasil ditangkap di seputaran Gunung Sugih berikut 1 unit kendaran Honda City warna silver dan 1 (satu) lembar  STNK nya. Guna penyidikan lebih lanjut dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku AA Alias Andi kami dijerat dengan pasal 378 KUHP pidana dan atau 372 KUHP pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara” tegas Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas, SH, MH, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H.

(Antawan)

Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan Tekab 308 Polres Lamteng

Berita7. Lampung- Kanit Resum Ipda. Doni. S.TrK bersama Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah Menangkap dua Pelaku Curanmor berinisial NB Als Nobi (22) Warga Kampung Gunung Agung Kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah bersama DN alias Doni (20) Warga Kampung Gunung Agung Kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah, Senin (22/02/2021).

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah Akp Edi Qorinas, SH, MH, Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro,S.Ik,S.H, bahwa kedua pelaku ditangkap setelah sebelumnya sudah menangkap tiga pelaku AB Alias Ahmad, Dn Alias Doni alamat Gang Warit Kampung G Agung, SW Alias Sarwan Kampung Gunung Agung dan satu pelaku masih dalam pengejaran petugas.

Kelima pelaku yang sudah tertangkap berdasarkan Laporan Korban Sugeng R (45) Dusun l Rt.02 Bandar Rejo Kampung Putra Lempuyang Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah dengan Nomor : LP/ 148 -B/ I / 2021 / Res Lt / Polda LPG Tanggal 20 Januari 2021,” kata Edi.
Ketika korban sedang sholat Magrib berjamaah di Musholla An Nur Kampung Putra Lempuyang Kecamatan Way Pengubuan memarkirkan sepeda motor Honda Beat No Pol BE 3083 LY, warna putih list hijau, diparkiran Masjid ketika selesai sholat kakak korban Panut berteriak bahwa motor Beat milik korban ada diparkiran, Rabu (20/01/2021) Sekitar pukul 18.30 WIB,” lanjut Edi.

Setelah Berhasil Menangkap kedua Pelaku NB Alias Nobi bersama DN alias Doni berikut barang buktinya satu buah motor Honda Beat No Pol BE 3083 LY, warna putih list hijau kami bawa ke Polres Lampung Tengah.
Guna penyidikan lebih lanjut dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku NB Alias Nobi bersama DN alias Doni, kami dijerat dengan pasal 363 KUHP pidana dengan ancaman hukuman Tujuh Tahun Penjara,” tegasnya.

(Antawan)

Artikel anda ada disini..!

8 Tersangka Pengedar Uang Dollar Palsu di Amankan Polres Tangerang Selatan

Berita7 – Tangsel – Reserse Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap peredaran uang dollar palsu, diantaranya 1.526 lembar uang pecahan 100 USD dan 15 lembar uang pecahan Rp 100.000 palsu.

Kapolres AKBP Iman Imanudin dalam keterangan kepada awak media, Senin (8/2/2021). menjelaskan, pengungkapan kasus ini oleh Sat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek, merupakan satu jaringan dari 3 kelompok di wilayah Ciputat, Pamulang dan Serpong.

“8 pelaku pembuat dan pengedar berinisial MH, 37, AS, 62, AK,56, KK, 42, AH, 44 dan SM diamankan pertama kali oleh Polsek Ciputat Timur dan Polsek Pamulang kemudian mengamankan pelaku OG,50 dan pelaku RR,52 yang diamankan diPolsek,” ujarnya

Sampai saat ini Lanjutnya, masih terus melakukan penyelidikan kasus uang dollar palsu tersebut Dan uang-uang palsu itu belum sempat diedarkan oleh para pelaku.

“Untuk Rupiah palsu direncanakan akan diedarkan di wilayah Tangerang Raya dan Dollar ini dimana saja. Tapi belum ada yang diedarkan,” ungkapnya.

Dari keterangan pelaku, uang pecahan 100 USD palsu dalam satu gepok dijual seharga Rp20 juta dan pelaku mengaku mempelajari pembuatan upal dari internet

Atas perbuatannya tersangka disangkakan pasal 244 245 KUHP jo pasal 36 ayat 3 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (Red)

Dugaan Penganiayaan Pemuda Desa Kedungasri Tegaldlimo Korban Berharap Pelaku Segera Diproses Secara Hukum

Berita7. Banyuwangi- Nasib apes dialami Aldi Galang Pratama, pemuda asal Dusun Dambuntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Pasalnya dirinya harus menjadi korban pengroyokan pemuda Dusun Pondokasem Desa yang sama.

Kejadian yang mengakibatkan beberapa luka dibagian muka Aldi Galang Pratama tersebut terjadi pada saat malam pergantian tahun beberapa hari yang lalu.

Kepada wartawan Aldi Galang Pratama menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada saat malam pergantian tahun beberapa hari yang lalu.

” Ya mas saya bersama satu teman yang lain jadi korban pengroyokan pemuda Dusun Pondokasem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo,” katamya. Sabtu (23/1/2021).

Adapun kronologinya, lanjut dia, pada saat malam pergantian tahun segerombolan pemuda dari Dusun Pondokasem mendatangi Dusun Dambuntung dengan mengendarai sepedah motor. Dan mereka mengendarai sepedah motor dengan cara diblayer-blayer sehingga menyebabkan kebisingan.

Bahkan tidak itu saja, sambil mengendarai sepedah motornya mereka sambil berkata yang tidak sopan, kalau bahasa jawanya misuh-misuh.

“Selain ngegas-ngegas sepeda motornya, mereka juga berkata yang tidak sopan, kalau bahasa jawanya misuh-misuh mas,” jelas pria yang akrab disapa Galang ini.

Merasa risih karena ulah segerombolan pemuda dusun Pondokasem, maka Galang bersama dengan teman lainya mendatangi segerombolan pemuda Pondokasem dengan maksud menanyakan apa maksudnya berkata tidak sopan di dusun orang lain.

Namun ironisnya, masih dia, belum selesai kita berbicara maka datanglah sekelompok pemuda yang langsung tiba tiba menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul lainya. Dan akibat serangan tersebut maka saya dan satu teman lain mengalami luka luka.

“Belum selesai kita berbicara tiba-tiba kita diserang oleh teman yang lainya dengan menggunakan senjata tajam dan tumpul,” ujarnya.

Galang juga menjelaskan, setelah kejadian tersebut kemudian dirinya melaporkan ke Polsek Tegaldlimo, namun hingga saat ini belum ada kejelasan tentang kasus tersebut.

“Saya sudah laporkan kejadian ini kepihak berwajib. Dan saya sudah diperiksa tiga kali mas,” akunya.

Galang juga menambahkan, dirinya berharap kasus yang menimpa dirinya tersebut segera mendapatkan titik temu, dan pelaku segera ditindak atau diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Harapan kami pelaku bisa segera ditindak atau diproses sesuai undang-undang yang berlaku mas,” pungkasnya.

Sementara Kapolsek Tegaldlimo, AKP Bambang Suprapto, saat dikonfrimasi melalui sambungan Whatsapnya mengatakan.

“Selama ini sudah dilakukan penanganan perkara tersebut sesuai SOP, namun untuk para tersangka sudah dilakukan pemanggilan (namun mereka sudah tidak ada di tempat kemungkinanan dan infonya keluar wilayah).

Dan kami masih berupaya monitoring keberadaan mereka, jika sudah jelas pasti akan kami melakukan upaya paksa,” ucap Kapolsek Tegaldlimo.

(Narto)

Pihak Koban Minta Supaya Pelaku Pemerkosaan diBawah Umur diHukum Berat

Berita7NetTangsel – Siswi Salah satu SMK swasta dipondok aren kelas satu berinisial KD 15 tahun, saat ini korban mengalami trauma secara Psikis setelah kejadian Yang dialaminya pada 21 oktober 2020 lalu dirumah kontrakan orang tua korban.

pelaku pemerkosaan berinisial AB usia 17 tahun Masih bertetangga dan satu kecamatan pondok aren.

Orang tua korban pemerkosaan berinisial WW 48 thn telah melampirkan perbuatan asusila ini kepolsek pondok aren pada Rabu 21 oktober 2029 no LP / 437 / x/ 2020 / SPKT / SEK aren. Laporan diterima oleh petugas Bripka Sidik Fitriyanto SH.

Menurut keterangan WW ayah korban KD dan SP ibu kandung Korban yang terus menerus menangis saat diwawancarai mengungkapkan kepada awak media “Kami melaporkan kasus asusila ini dilakukan setelah keluarga pelaku enggan melakukan jalur damai dengan keluarga” ungkapnya

Bahkan pada saat pembuatan Laporan kepolsek pondok aren mengenai perbuatan pelaku asusila, ww merasa dibola oleh pihak polsek pondok aren,” Hingga 4 hari berturut turut mendatangi polsek. Ungkap WW ayahanda korban

“Bahkan pada saat panggilan untuk memberi keterangan dikantor polsek pondok aren, korban tidak diperkenankan ditemani orang tua padahal korban asusila ini Masih berusia dibawah umur, Jelasnya

Menurutnya kasus asusila Yang menimpa anak bungsunya dari Lima bersaudara telah masuk P21 Dan Hari kamis jam 13.00 wib ini Akan dilaksanakan sidang pertama.
Surat panggilan we sebagai saksi oleh pihak kejaksaan Negeri Tangerang Selatan no.01/ M.6.16/ EP.2/ II / 2020. untuk keperluan persidangan dipengadilan Negeri Kota Tangerang Selatan pelaksanaan penetapan Hakim pengadilan atas Nama  anak Kasus perkara asusila ini ditangani oleh Triade Margareth SH sebagai JPU (Jaksa Penuntut Umum)

“Kami selaku dari pihak korban meminta dari kejaksaan supaya menghukum pelaku dengan seberat beratnya, jangan sampai pihak kejaksaan bermain mata dengan pihak pelaku,” ungkap ayahanda korban WW
(Diana/Red)

Satpol PP Gerebek Griya Panti Pijat di Bintaro

Berita7Net – TANGSEL, Aparat gabungan SAT POL PP menggerebek Eiffel Healthy di kawasan Bintaro Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di lokasi griya panti pijat dan spa itu sebanyak 16 orang pasangan terjaring dan petugas juga juga menemukan alat penghisap shabu atau bong.

“Sudah kita temukan alat bukti-bukti lain bahwa dia melakukan hal lain kecuali melakukan spa,” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana, Jum’at (23/10/2020).

BacaJugaAkibat Hutang, Polsek Pagedangan Ringkus Pelaku Pembunuhan

Dijelaskan, dari Eiffel Healthy aparat gabungan juga menemukan alat kontrasepsi atau kondom serta pil obat-obatan yang belum diketahui zat kandungannya.

“Dan satu hal lagi yang lebih memberatkan kita temukan alat penghisap sabu dan pil yang diperkirakan itu digunakan oleh orang yang ada di dalam apakah itu penghuni, penjaga, ataupun tamu yang ada,” jelas Sapta.

Menurutnya, saat digerebek ada pasangan pria dan wanita yang sedang dipijit tanpa mengenakan sehelai pakaian. Kondom bekas pakai pun berserakan di tempat sampah.

Razia gabungan, lanjut Sapta, dilakukan dalam rangka penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Covid-19. Regulasi itu mengatur selama pandemi corona panti pijat dan spa dilarang beroperasi.

“Kita tutup untuk tidak boleh operasional, dan pemilih kita panggil dan mengarah kepada pencabutan izin,” tegas Sapta sebagai KABID terangnya. (GT/red)*

Akibat Hutang, Polsek Pagedangan Ringkus Pelaku Pembunuhan

Berita7NetTANGERANGKepolisian Polsek pagedangan mengadakan press release Sabtu 24 oktober 2020 di polsek pagedangan terkait tertangkapnya pelaku pembunuhan karena utang piutang .pembunuhan ini terjadi pada hari jumat 23 oktober 2020 jam 12.00.wib yang terjadi didesa Cihuni kecamatan pagedangan,kabupaten tangerang tepatnya dilokasi pembangunan proyek ruko North Golfinch.

BacaJugaPT. Arimbi Jaya Agung Gelar Kegiatan Senam Pagi Sekaligus Berbagi Masker

Tersangka Iing Solihin Als Boing dengan barang bukti satu buah palu bergagang kayu,satu potong kaos warna hitam berwarna hitam berlumur darah telah dilaporkan oleh pelapor Sandi Permana ,dengan saksi saksi Danu Antri Fatah,Ricky Hidayah,Cipto Anwar ke polsek pagedangan ,tangerang selatan.

“Motif diawali dengan utang piutang tersangka is dengan korban ini mereka ada berhutang disebuah kantin .Namun kantin tersebut Utang tersebut ditanggung oleh saudara korban,namun kebutuhan itu adalah kebutuhan berdua.

Tersangka sudah merasa memberikan uang kepada korban karena kebutuhan ini adalah nge-bon(utang)dulu kebutuhan ini ditanggung berdua.Tersangka is ini bahwa suda menyerahkan uang untuk membayar kebutuhan yang selama ini mereka berdua butuhkan .Kemudian oleh si Korban uang tersebut tidak diserahkan ke kantin yang selama ini mencukupi dari pada kebutuhan sehari hari,sehingga

kantin pun tidak memberikan kebutuhan mereka karena tidak membayar hutangnya, Tersangka ini kemudian mencari pinjaman kembali untuk membayar utang /bon kepada kantin. Inilah yang menjadi pemicu tersangka is ini sampai melakukan penganiayaan sampai mengakibatkan korban meninggal dunia.Kemudian mengambil palu,

Oleh tersangka is ini memukul berkali – kali kepala korban, sehingga tersungkur bersimbah darah.Korban ini dibawa kerumah sakit Betshaida dan dinyatakan meninggal dunia,kemudian dibawa kerumah sakit Polri Kramat Jati”.ucap AKP Efri

Tersangka ini dikenakan pasal 338 KUHP SUBSIDER 351 ayat 3 KUHP karena mengakibatkan meninggalkan seseorang dengan ancaman 15 tahun penjara.Terhadap tersangka telah dilakukan penangkapan dan penahanan ,dan perkara tersebut dalam proses penyidikan.

#Maria

Derita Istri Dianiaya Suami, Bersama LSM GERAM Laporkan Ke Kepolisian

Berita7net. KABUPATEN TANGERANG – Akibat dari perdebatan yang tak kunjung henti antara Nur dan AS, Nur mantan karyawan warga Sepatan Kabupaten Tangerang berusia 38 tahun seringkali mendapatkan penganiayaan dari AS hingga luka Lebam, 23/10/2020.

Menurut keterangan M. Hasanudin alias Ghabel Ketua Gerakan Reformasi Masyarakat (GERAM) Banten DPC Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa korban bernama Nur adalah benar salah satu warga di Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang yang saat ini sedang kami dampingi dalam menuntaskan masalah penganiayaan

“Kami mendapatkan pengaduan dari pihak keluarganya sekitar pukul 18.30,tepatnya pukul 20.00 kami bersama team mendatangi kediaman Nur dan benar adanya Nur dalam kondisi kesakitan” Jelasnya.

M.Hasanudin yang akrab di sapa Ghabel ia menjelaskan, menurut pengakuan Nur, dirinya sering kali mendapatkan perlakuan penganiayaan seperti ini bermula dari seringnya debat karena (AS ) yang saat ini berstatus suami Nur telah memiliki Istri lain tanpa sepengetahuan Nur.

Kami dari pihak Lembaga lanjut M. Hasanudin pada malam Sabtu 23/10/2020 mendampingi Nur untuk melaporkan AS ke pihak Aparat Hukum di Polres Metro Tangerang Kota di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, ” Hasil dari laporan tersebut AS dilaporkan Penganiayaan (Pasal 351 KUHP),

“Kami dari pihak Lembaga sangat berharap pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus ini, sehingga si pelaku mendapatkan hukumannya sesuai dengan apa yang telah dilakukannya”

selain itu sebagai pelajaran kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Tangerang khususnya supaya tidak mengalami seperti Nur dan supaya tidak melakukan penganiayaan seperti yang dilakukan AS. Tegasnya

Nurhayati yang akrab di panggil Nur dalam penjelasannya mengatakan dirinya sudah sering kali AS (suami-red) melakukan pemukulan terhadap saya namun lagi-lagi saya masih memaafkan karena masih melihat masa depan anak, tapi untuk penganiayaan yang terakhir kali ini saya bener-benar tidak bisa terima lagi perlakuan suami yang kasar,” saya di tampar dan di dorong ke tembok sampai pipi saya memar dan kaki saya luka, meski disaksikan dengan teriakan anak yang paling kecil (Andika-red) berusia 7 tahun, namun AS tidak mengindahkannya, tetangga pun saat kejadian menyaksikannya, akibat seringnya saya disakiti AS, Saya memutuskan meminta cerai namun AS tidak memberikan cerai sampai buku nikah kami keduanya di ambil AS ” Tegas Nur dengan nada sedih dan kesakitan.

(Adransyah)

Polres Tangsel Amankan Pengemudi Sedan Mazda RX7 Tanpa STNK

 

Berita7Net – Tangsel – Rabu 26 Agustus 2020 Sekitar jam 13.00 Wib Satuan lalu lintas Polres Tangerang Selatan melakukan Jumpa Pers terkait Hasil Ops Patuh Jaya 2020 Selama 14 hari, terhitung Tanggal 23 Juli s/d 5 Agustus 2020.
Ini dilakukan oleh Waka Polres Tangsel KOMPOL LUCKYTO didampingi Kasat Lantas Polres Tangsel AKP BAYU MARFIANDO SH. SIK. MSi dan Jajaran Perwira Sat Lantas Polres Tangerang Selatan.


Dalam Release nya Kasat Lantas Menyampaikan terkait beberapa kendaraan sedan Mazda Rx7 yang sempat diamankan oleh Angota Unit lantas Polres Tangsel ” Bahwa kendaraan tersebut dilakukan penindakan oleh Anggota ketika Anggota sedang berpatroli di Jl. Letnan Soetopo dan mendapati kendaraan dengan Nopol B 177 JKR, Karena kecurigaannya Anggota selanjutnya menghentikan kendaraan tersebut dan kemudian dilakukan pemeriksaan, saat itu Pengemudi tidak dapat menunjukan STNK yang sah sehingga dilakukan Penindakan dengan Penilangan ”
Kata Kasat lantas Polres Tangsel AKP BAYU.

Baca JugaBPN Tangsel di Sinyalir Tantang Anjuran Pemerintah Tentang Covid 19

Beliau juga menyampaikan bahwa hasil yang dicapai jajarannya dilapangan menurun dibandingkan dengan Hasil Ops Patuh jaya sebelumnya, hal ini terkait adanya Pandemi Covid – 19 sehingga Focus jajarannya adalah bagaimana menghimbau Masyarakat untuk selalu mentaati Protokol kesehatan, Pakai Masker, Jaga Jarak serta lakukan Pola Hidup Sehat dan Bersih.

Baca JugaToni Babe Kordinator Penggarap Lahan Tanah Kunciran Jaya, Cipete Seluas 45.H Siap Telanjang Dada

Sementara ditemuin Kanit Lantas Polres Tangerang selatan yang Selalu mendampingi Anggotanya di Lapangan IPTU ROKHMATULLOH. SH Menyampaikan bahwa kendaraan yg berhasil diamankan adalah 6 ( Enam ) Kendaraan Roda 4 berbagai pelanggaran diantarabya tidak bisa menunjukkan Surat – Surat yang Sah, dan Sekitar 27 ( Dua puluh Tujuh ) kendaraan Sepeda Motor yg juga tidak dilengkapi dengan STNK.
Kanit Lantas selanjutnya menghimbau melalui media masa On line maupun cetak, Kepada pemilik kendaraan Disaat mengemudikan kendaraannya dilengkapi dengan Administrasi, STNK dan SIM yang sah, tentunya yang masih berlaku.
“Jangan lupa Tetap Jaga Kesehatan dengan mentaati Protokol Kesehatan” Ujar Kanit Lantas menutup pembicaraan.

(Arifin)

Sat Reskrim Bandara Soetta Ringkus Ranmor dengan Kekerasan

Berita7NetJakarta – Rabu pukul 02.15 Wib korban sehabis pulang kerja menggunakan sepeda motor Yamaha warna hitam merah, (B 3795-CBD). Saat melintas di Jl. Parimeter Utara Bandara Soekarno Hatta di hadang oleh orang yang mengendarai 3 kendaraan bermotor berboncengan dari arah berlawanan dan mengeluarkan senjata tajam berupa clurit dan parang mengancam untuk menyerahkan kendaraan milik pelaporan, Muhammad Yusuf, atas kejadian tersebut, pelaporan Muhammad Yusuf mengalami kerugian sebesar Rp. 7.000.000,-

Dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandara Soetta, pelapor Muhammadiyah Yusuf,. laki-laki usia 37th pekerjaaan berkerja di lingkungan Bandara Soetta, agama Islam, Alamat RT004/005 Kel. Selapajang Kec. Neglasari Kota Tangerang, terang Kasat Reskrim Bandara Soetta. A. Alexander SH, S. IK. MM. MSI. (Senin, 27-07-2020) .

1.AS bin BW, 14 Tahun, Tangerang 28 Oktober 2005, Tidak sekolah, Alamat Kampung Rawa Lumpang RT. 007/005 Kel. Selembaran Jati, Kec. Kosambi Kab. Tangerang Provinsi Banten.
Peran:
– Berperan sebagai orang yg mengajak para Tersangka lainnya utk melakukan aksi Pencurian dengan kekerasan
– Melakukan pengancaman terhadap korban menggunakan celurit yang di bawa di rumah
– Menjual motor Yamaha Xeon warna hitam merah hasil curian melalui akun Facebook serta menjual secara COD kepada Sdr. R (DPO) dengan Harga Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

2. A S Als B Bin M, 19 Tahun, Tangerang 5 Januari 2001, Karyawan Swasta, Alamat RT. 01/05 Kel. Kosambi Timur Kec. Kosambi Kab. Tangerang Prov. Banten.
Peran:
– Sebagai pengendara atas 1 unit motor Yamaha Vega ZR warna hitam Nopol B-6714-CPS untuk membonceng Tersangka 1 kemudian pulsa bertugas menghadang laju korban dari arah depan dengan menggunakan motor Yanaha Vega ZR warna hitam Nopol B-6714-CPS.

3. R Als B Bin N, 20 Tahun, Tanggerang, 18 April 2000, Pegawai Perusahaan, Alamat Jl. Kebon Mangga RT. 02 RW. 14 Kel. Kel. Kampung Melayu Timur, Kec. Teluknaga Kab. Tangerang Prov Banten.
Peran:
Sebagai pengendara atas 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol A- 3126-ZG atas nama Winarsih untuk membonceng Tersangka 4 dan menghadang laju korban dari sebelah kiri dengan mengeluarkan senjata tajam berupa parang yang sudah di siapkan, dan

4. D Als C, 20 Tahun, Tangerang, 12 Juli 2000, Karyawan Bengkel Motor, Alamat Jl. Dadap RT. 14 RW 02 Kel. Kosambi Timur, Kec. Kosambi Kab. Tangerang Provinsi Banten.
Peran:
Membonceng Tersangka 3 yang menggunakan motor HONDA VARIO Warna Putih untuk menghadang laju korban dari sebelah kiri.

D atau Otak dari Kejahatan ini adalah Tersangka 1 yang baru berumur 14 Tahun karena ybs adalah yang mengajak, menodong korban dan menjual hasil kejahatan.

Oleh Tersangka 2,3 dan 4 sebagian uang hasil penjualan barang hasil kejahatan digunakan untuk membeli Obat Kerasa (Dilarang beredar dan Dikonsumsi Tanpa Resep Doker) jenis Tramadol dan Heximer.

Tersangka 2 dan 3 pernah melakukan penjambretan di wilayah Kabupaten Tangerang dan berhasil mendapatkan HP yang kemudian di jual.

Tersangka 4 adalah residivis yang pernah melakukan kejahatan Curanmor di wilayah Jakarta Barat dan atas perbuatannya di jatuhi hukuman 1 (satu) Tahun dan menjalani Hukuman di Lapas Selemba baru menghirup udara kebebasa selama 3 (tiga) Bulan sebelum terungkap melakukan perbuatan Pidana (lagi).

Pada saat dilakukan Penampakan, para pelaku mengaku sebagai anak dibawah umur kurang dari 18 Tahun, akan tetapi setelah dilakukan pengecekan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga dan Ijazah, hanya 1 Tersangka yang valid berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) sebagai Tersangka.

Perlakukan Penegakan Hukum terhadap Anak sebagai Tersangka tetap memperhatikan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Perlindungan Anak dan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

*Sangkaan Pasal :*
Tindak Pidana Pencurian dengan penjara paling lama dua belas tahun:
1. Jika perbuatannya dilakukan pada waktu malam di dalam sebuah rumah atau perkarangan tertutup yang ada rumahnya atau di jalan umum atau di dalam Kereta Api atau trem yang sedang berjalan;
2. Jika perbuatan di lakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.

*Ancama Hukuman:*
Hukuman Maksimal 12 (dua belas) Tahun Penjara.

(Elia)