Dari Kantor IMS & AssociatesTim Kuasa Hukum Undang Kasi Ujar Guna Menghadiri Panggilan Sidang Pertama

Berita7. JAKARTA – PN Jakarta Pusat melawan Mahkamah Partai , DPP PDIP dan Heru Wicaksono Als Bedes atas dugaan perbuatan melawan hukum dengan nomor registrasi 359/Pdt.G/2021/PN JKT PST. Namun pada kesempatan sidang tadi pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan dan sidang di tunda dan akan di buka kembali pada tanggal 28 Juli 2021.

Pasalnya gugatan ini kami ajukan karena Mahkamah Partai telah menganulir laporan Heru Wicaksono atas perselisihan suara pada pemilu legislatif pada tahun 2019 Kota Tangerang Selatan, yang mana perselisihan suara legislatif merupakan kewenangan penyelenggaran Pemilu KPU dan Bawaslu dan bila perselisihan suara tidak dapat diselesaikan pada tingkat Penyelenggara Pemilu maka dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi.

Alurnya sudah jelas di dalam undang undang. Mahkamah Partai bukanlah tempat penyelesaian sengketa pemilu atau memutus perselisihan suara .
Gugatan ini ditempuh oleh Klien kami Undang Kasi Ujar sebagai bentuk keseriusan dalam menyikapi surat DPP PDIP ke Kantor DPRD Kota Tangsel perihal PAW Klien kami yang sumber pemikirannya dari Heru Wicaksono.

Bagaimana pun juga Klien kami adalah Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Dapil Pondok Aren terpilih yang secara legitimate di akui oleh Negara dan di SK kan oleh KPU Kota Tangsel.

Dengan diajukannya Gugatan ini sebagai bentuk perlawanan klien kami atas kesewenangan Partainya demi mempertahankan hak hak nya. Hal ini tidak akan terjadi jika saja Sdr. Heru Wicaksono tidak melakukan langkah yang ceroboh dalam mengambil tindakan.

Klien kami tidak hanya melakukan upaya hukum secara Perdata di Pengadilan Negeri namun akan menempuh upaya hukum lainnya seperti proses Pidana terhadap Sdr. Heru Wicaksono yang diduga telah melakukan Fitnah dan mencemarkan nama baik yang telah menimbulkan keresahan dikalangan rekan kerja kantor , keluarga juga konstituen juga menimbulkan kerugian lainnya seprti materiil dan immateriil.

Sebelumnya kami juga berterima kasih kepada Pimpinan dan jajaran Anggota DPRD Kota Tangsel serta pihak yang berkepentingan tidak melakukan suatu upaya dan tindakan yang dapat merugikan Klien kami karena telah menghormati proses hukum yang sedang berjalan hingga ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap. (Shri)

Pemerhati Sosial Politik Karawang Mendesak, Komisi IV Harus Segera Memanggil Pihak RS Helsa Dan Jangan Diperpanjang Perizinannya

Berita7. KARAWANG – Praktisi hukum dan juga sebagai pemerhati sosial politik dan pemerintahan, Asep Agustian, S.H.,M.H, turut menanggapi atas dugaan pelanggaran SOP penanganan pasien covid 19 yang dilakukan oleh rumah sakit Helsa Cikampek.

Asep Agustian mengapresiasi langkah Ketua Komisi IV DPRD Karawang, H. Asep Ibe atas steatmentnya dimedia online. Namun, kata Asep, itu jangan hanya dijadikan wacana saja, Komisi IV harus memanggil pemilik, direktur RS Helsa termasuk memanggil yang mengeluarkan perizinan RS Helsa Cikampek.

“Bagus steatmentnya Ketua Komisi IV DPRD itu. Namun saya berharap, jangan hanya dijadikan wacana dan cuma gertak sambal saja. Ini menyangkut kepentingan masyarakat Karawang” kata Asep Agustian, kepada Minggu (27/6/2021).

Asep mengatakan, RS Helsa diduga buta mata dan tidak memiliki hati nurani kepada pasien. Dia menuding, RS Helsa hanya mementingkan sisi komersil atau bisnisnya.

“Sedangkan menurut peraturan Kemenkes RI, apabila pasien sudah di diagnosa terpapar Covid 19 itu harus dirawat dan diberikan pelayanan terbaik tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.

Asep juga mendesak, Komisi IV harus segera memanggil pihak RS Helsa, periksa SOP RS Helsa dan perizinannya, sudah benar tidak SOP dan perizinan RS Helsa tersebut.

“Hemat saya tutup RS Helsa dan jangan diperpanjang perizinannya, apapun bentuknya, RS Helsa harus diberikan sanksi karena sudah melawan kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (TaTa)

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Atribut Direction di Tag Marquee

APH Didesak Usut Sengkarut Pungutan Kebersihan oleh PDAM Karawang

Berita7. KARAWANG-PDAM (kini Perumdam-red) Tirta Tarum Karawang tampaknya selalu dirundung masalah. Mulai dugaan KKN yang melibatkan tiga perusahaan dalam setiap proyek di PDAM, keluhan karyawan soal kesejahteraan minim dan kini sengkarut soal pungutan kebersihan.

Praktisi hukum yang notabennya pelanggan PDAM, Asep Agustian, akrab disapa (Askun) (mendesak agar aparat penegak hukum untuk segera turun menyelidiki sengkarut permasalah yang membelit PDAM terutama soal pungutan kebersihan.
“APH untuk segera mengkaji, turun tuh langsung mereka. Ini (pungutan sampah-red) sudah amat persoalan pelik yang sudah berlangsung bertahun-tahun,” kata pria yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun) Senin (14/6/2021).

Askun membeberkan, kantor advokatnya yang berada di kawasan Galuhmas dipungut uang kebersihan oleh PDAM sebesar Rp10 ribu, sementara daerah lain ada yang dipungut sebesar Rp7.500.
“Kenapa setiap daerah berbeda pungutan sampahnya? Yang namanya sampah ya tempat sampah di manapun berada,” tegasnya.

Askun memprediksi, jika jumlah pelanggan PDAM sesuai infiormasi yang didapatkannya ada sekitar 95 ribu pelanggan, maka dengan pungutan minimal Rp7.500 diperolah dana sebesar Rp712.500.00 setiap bulannya dari pungutan kebersihan. Sehingga dalam setahun terkumpul dana Rp8.550.000.000.
Padahal, kantornya juga dipungut kebersihan oleh pihak lain, sehingga dirinya merasa double merogoh isi kantongnya hanya untuk sampah.
Belum lagi pungutan administrasi yang variatif pula. Kantor advokatnya dipungut administrasi sebesar Rp2.500, sementara daerah lain ada yang dipungut administrasi sebesar Rp2.000. Jika dikalikan dengan jumlah pelanggan sebanyak 95 ribu pelanggan dengan pungutan administrasi terkecil sebesar Rp2.000 maka diperolah total Rp190 juta setiap bulannya dan Rp2.280.000.000. setiap tahunnya.

Askun menambahkan, jika manfaat pungutan kebersihan itu untuk membeli kendaraan, maka tunjukkan mana kendaraan yang telah dibeli dari hasil pungutan sampah. Bila pungutan itu untuk membayar tenaga kebersihan, maka kenapa kemarin puluhan tenaga kebersihan berdemo menuntut kesejahteraan.
“Sekarang tinggal dihitung lagi sudah berapa lama pungutan kebersihan dan administrasi itu dilakukan PDAM? Kemana larinya uang sebesar itu? Kenapa pungutan kebersihan itu dilakukan PDAM?,” cecar Askun.

Yang makin bikin heran Askun saat ini adalah pihak DLHK dan PDAM saling menyudutkan soal pungutan kebersihan tersebut. Askun meminta kepada DLHK dan PDAM terbuka kepada publik adakah MoU atau kontraktual perjanjian pungutan kebersihan dan jelaskan apa kepentingan pungutan kebersihan tersebut.
“Jangan masing-masing cari pembenaran. PDAM memojokkan DLHK, lalu DLHK memojokkan PDAM. Ini ibarat memperdebatkan mana yang lebih dulu telur dengan ayam. Ketimbang tidak ketemu titik temunya, lebih baik APH segera turun,” ujarnya.

Askun menegaskan, jika pihak APH tidak sampai menemukan tersangkanya, maka hal itu patut dipertanyakan dengan keras. Pasalnya, persoalan itu dianggap Askun sebagai kejahatan yang udah masif dan terstrtuktur.
“Jangan-jangan sudah ada bagi-bagi ‘kue’. Yang jadi korban itu tetap si tenaga kebersihan dan pelanggan,” tukasnya.

Askun kembali menegaskan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang melalu Kasi Intel pertegas penyelidikannya naikan ke tingkat peyidikan dan temukan tersangkanya, siapa saja pelaku yang bermain sengkarut pungutan sampah.
“Jangan sampai ada kesan para pejabat Karawang pada kebal hukum, jika masalah ini didiamkan oleh APH” pungkasnya.

(Tata)

Polisi Berhasil Mengungkap Pelaku Pembunuhan di Lokasi Sambung Ayam.

Berita7 – Merangin Jambi –Warga Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin di hebohkan dengan di temukan nya Pria Asal (Sumsel) dengan luka bersimbah darah berinisial SU(33) di temukan dengan bekas penusukan sajam di belakang pasar sungai tebal,selasa lalu 09 juni 2021 pelaku sempat melarikan diri ke kebun kopi dengan sigap pihak Kepolisian Polsek Lembah Masurai lansung memburu pelaku yang di pimpin lansung oleh Kapolsek IPTU. Rezi Darwis,SH

Pada hari kamis tanggal 10/06/2021 pelaku HS(29) di dampingi pihak keluarga menyerahkan diri ke Polsek Lembah Masurai di terima lansung oleh Kapolsek Lembah Masurai.

Hs(29)mengakui telah menghilangkan nyawa korban Su(33) di picu dengan rasa dendam lama

“Ya,saya terbawa emosi ketika bertemu korban, perselisihan tersebut terjadi sekitar enam bulan yang lalu “ungkap tersangka.

Di saat pelaku bertemu korban di belakang pasar sungai tebal pelaku Hs(29)mengatakan kepada korban.”Masalasah yang lalu belum selesai ”

Korban tidak menghiraukan perkataan dari pelaku dan akhirnya pelaku langsung emosi dan menusuk korban.

Kapolsek Lembah Masurai IPTU Rezi Darwis melakukan mediasi dengan pihak keluarga,berkat terjalin silahturrahmi yang baik bersama masyarakat ahirnya pelakupun di dampingi pihak keluarga menyerahkan diri ke Mapolsek  sekitar pkl.15.00 wib.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnawan S.I.K. di dampingi Kapolsek Lembah Masurai IPTU. Rezi Darwis,SH mengatakan, Untuk saat ini pelaku di amankan ke Mapolres,sementara jenazah korban di bawa pihak keluarga ke kampung halaman nya

(Wan)

GANNAS dan Warga Gerebek Ratusan Obat Terlarang di Toko Kosmetik

Berita7 – Tangsel – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GANNAS Kota Tangerang Selatan bersama warga melakukan penggeledahan sebuah toko yang menjual obat jenis golongan G,di depan Tugu Makam Pahlawan Seribu samping Satpas SIM tepatnya Kampung Jaletreng RT 03 RW 09 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.

Dari hasil penggerebekan itu, ditemukan ratusan barang bukti obat-obatan terlarang daftar G diantaranya 1 paket Eximer dan Tramadol, 50 butir merk Marsi Dolgesik, 50 butir merk Marsi Lorazepam, 25 butir merk Valdimex, 150 butir merk Alpazolan dan 50 butir merk Calmet dan sejumlah uang hasil dari penjualan obat-obatan tersebut.

Ketua DPC GANNAS Kecamatan Serpong Endang Supriadi atau yang biasa disapa Bang Enjang menjelaskan, Bahwa penggrebekan itu berawal informasi dari warga yang sudah merasa resah dengan keadaan lingkungan yang di sebabkan oleh adanya penjualan obat-obatan terlarang tersebut.

“Ya, pembeli nya rata-rata anak-anak muda atau remaja dan modus dari penjual itu, kios rata-rata kelihatan seperti jual kosmetik, namun yang mereka jual ya itu obat-obatan daftar G,”ucap Bang Enjang.

Dan hasil investigasi dari orang-orang yang saya sebar di lapangan bahwa di wilayah kecamatan Serpong sendiri masih banyak beredar jaringan toko obat berkedok komestik,”tambahnya.

Masih kata Bang Enjang, peredaran obat-obatan terlarang daftar G itu tentunya sangat berbahaya dan dapat merusak moral dan fisik regenerasi anak-anak muda maupun remaja dan juga secara ekonomi sangat dirugikan.

“Ini jelas sangat merugikan, dan obat obatan ini pun dapat di kategorikan narkoba golongan 3 yang jelas dalam KUHP ada ancaman pidananya, baik pengedar maupun pemakai,”tuturnya.

Dalam hal ini, H. Hilmy Asrori (Bapak Matul) selaku pembina GANNAS Serpong juga menjelaskan bahwa DPD GANNAS Kota Tangerang Selatan, sesuai UU No 35 tahun 2009 bab XIII pasal 104 dan 105 menyatakan bahwa masyarakat punya hak dan kewajiban untuk melakukan pemberantasan maupun pencegahan dalam penyalahgunaan dan penyaluran gelap Narkoba/Obat-obatan terlarang.

“Kita sebagai anak bangsa, tentunya punya kewajiban untuk menjaga, membasmi dan melindungi regenerasi penerus bangsa agar terhindar dari bahayanya racun narkoba, salah satu nya dari obat-obatan terlarang itu,”tegas H. Hilmy.

Sementara itu Ketua DPD GANNAS Kota Tangsel Ahmad Yani menyampaikan “sangat mengapresiasi kesigapan jajarannya dalam menyikapi peredaran obat-obatan terlarang daftar G tersebut dan Alhamdulillah berkat dukungan dari team dan jajaran serta tokoh masyarakat setempat, kami berhasil menutup toko tersebut dengan barang bukti yang cukup banyak.

“semua barang bukti obat-obatan itu, semuanya sudah kami serahkan malam itu juga ke petugas Polsek Serpong, Jumat (11/5/2021),”ucap Yani kepada awak media Via Hp.

Lanjut Yani sebagai organisasi penggiat anti narkoba yang dalam hal ini DPD GANNAS Kota Tangsel, bertekad agar Kota Tangsel pada umumnya dan khususnya Kecamatan Serpong dapat bersih dan terbebas dari peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang.

Ditempat yang sama Andri Fathur selaku tokoh kepemudaan Kecamatan Serpong mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk saling bahu membahu dan bekerjasama dalam rangka berperang melawan Narkoba.

“Intinya keperdulian terhadap para generasi muda dan harapan Bangsa dan Negara agar terbebas dari racun Narkoba. Kalau kita saat ini tidak ada keperdulian terhadap generasi muda yang akan datang, bagaiman nasib bangsa dan negara kita ini ke depannya,”
ujar Andri.

Andri berharap kepada warga dan RT/RW beserta para orang tua agar lebih sigap lagi dan memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungannya. Dan kepada seluruh elemen masyarakat dan para pemuda, kami mengimbau agar jangan ragu untuk melaporkan bilamana ada melihat toko-toko yang menjual obat-obatan terlarang tersebut,”tutupnya.

(Ric/Red)

Asep Agustian SH.MH: Manajemen dan Pengelolaan PDAM Karawang Masih “Bobrok”

Berita7 – Karawang – Meskipun statusnya sudah berubah dari BUMD menjadi PERUMDAM, namun isu miring tentang manajemen maupun pengelolaan PDAM Tirta Tarum Karawang tak henti-hentinya bergulir.

Kali ini, dugaan unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di tubuh PERUMDAM Tirta Tarum Karawang kembali mencuat. Pasalnya, sudah puluhan tahun proyek miliaran pengadaan bahan kimia, pipa hingga meter air di PERUMDAM Tirta Tarum terus-terusan diduga dikuasai oleh tiga perusahaan atapun tiga suplayer.

Belum lagi isu miring dugaan KKN di setiap pengadaan proyek di PERUMDAM Tirta Tarum Karawang ini juga melibatkan sejumlah oknum Anggota DPRD Karawang yang ‘tutup mulut’. Karena diduga sebagian oknum wakil rakyat tersebut ikut ‘kongkalikong’ dan menikmati hasil KKN dari setiap proyek pengadaan di PERUMDAM Tirta Tarum Karawang.

Menyikapi persoalan ini, Praktisi Hukum Karawang, Asep Agustian SH.MH yang biasa disapa Askun kembali angkat bicara. Menurutnya, selama ini PDAM Karawang terus melakukan ‘pencitraan’ di mata publik tentang pelayanan maupun keberhasilan capaian kinerjanya. Padahal faktanya, manajemen dan pengelolaan PDAM Karawang masih ‘bobrok’, jauh dari harapan publik Karawang sebagai konsumen PDAM.

Ditanggapi Askun (sapaan akrab), dugaan unsur KKN di setiap proyek pengadaan PDAM Karawang kembali harus mulai ditelusuri oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Karena merupakan hal yang mustahil, jika setiap miliaran proyek pengadaan PDAM selalu dimenangkan oleh tiga perusahaan yang itu-itu juga.

“Perusahaan yang lainnya ada juga sih. Tapi nilai proyeknya yang kecil-kecil. Sementara yang nilai proyeknya miliaran seperti proyek MBR 12 miliar saja, ya masih dikuasai oleh tiga perusahaan itu-itu juga,” tutur Askun, Kamis (10/6/2021).

Belajar dari pengalaman, Askun mengulas jika setiap pergantian Direksi PDAM Karawang selalu ada tersangka kasus korupsi. Termasuk kepemimpinan PDAM Karawang Dirut M. Soleh hari ini, Askun meyakini kemungkinan besar bakal ada tersangka kasus korupsi yang baru, jika saja unsur penegak hukum mau mendalami setiap pengadaan miliaran proyek PDAM dengan serius.

“Lagi-lagi saya minta Aparat Penegak Hukum mulai kembali mendalami setiap dugaan KKN proyek PDAM. Bohong besar jika PDAM hari ini ada kemajuan (perubahan). Karena bisa dapat saya pastikan lagunya emang baru, tapi kasetnya masih lama,” sindir Askun, seraya menjelaskan jika unsur KKN di tubuh PDAM Karawang tidak pernah hilang.

Kembali kepada persoalan dugaan KKN proyek miliaran PDAM yang sudah puluhan tahun dikuasai tiga suplayer, Askun menjelaskan, pengadaan bahan kimia, pipa hingga meter air yang menggunakan katalog dipastikan akan mendapatkan diskon. Namun pertanyaanya, kemanakah selama ini uang diskon dari setiap pengadaan proyek miliaran di PDAM.

“Saya dapat kabar diskon setiap pengadaannya dari 20% hingga 30%. Terus kemana uang diskon itu larinya. Lagi-lagi kabarnya diduga dibagi-bagi di jajaran direksi,” kata Askun.

Pada persoalan lain, sambung Askun, persoalan di PDAM Karawang juga terkait ‘tingkat kesejahteraan’ para pegawainya yang masih jauh dari kata layak. Yaitu dimana gajinya yang masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), tidak berimbang dengan gaji Dirut, Direksi hingga gaji Dewan Pengawas yang mencapai puluhan dan belasan juta.

“Kalau gaji Dirut PDAM bisa lebih besar dari gaji wakil bupati, gaji Dewan Pengawas PDAM mencapai belasan juta, kenapa gaji para pegawai di bawahnya yang selama ini berjibaku berjuang di PDAM hanya digaji 3,2 juta, jauh dari nilai UMK?,” tanya Askun.

Oleh karenanya, sambung Askun, hal yang wajar jika sampai hari ini manajemen dan pengelolaan PDAM Karawang tidak pernah ada perubahan. Meskipun ‘pencitraan’ ke publik terus dilakukan PDAM Karawang.

“Siapa yang bakal percaya jika PDAM Karawang hari ini sudah lebih baik. Kondisinya masih sama kok seperti yang dulu. Masih banyak diduga unsur KKN. Jika masih tidak percaya, silahkan Aparat Penegak Hukum untuk mulai melakukan penyelidikan,” tantang Askun.

(Tata)

Bendahara KONI Tangsel Korupsi Dana Hibah Rp 1.1 Milliar, Kejaksaan Sudah Tetapkan Tersangka

Berita7 – Tangsel –Kasus korupsi dana hibah KONI Tangerang Selatan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1.1 milliar yang dilakukan oleh bendahara KONI berinisial SHR (Suharyo) pada tahun 2019 sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel) Jumat, (4/6/2021)

“Ada kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.122.000.000 sekian, atau Rp 1,1 miliar lebih. Sehingga pada hari ini kami tetapkan SHR sebagai tersangka,” ujarnya dalam jumpa pers di Kejari Tangsel

Dari total senilai Rp 7,8 milliarTahun Anggaran 2019 sebesar Rp 1,1 miliar SHR melakukan manipulasi laporan dana hibah untuk memperkaya diri sendiri, ujarnya

“Sementara tersangka HRS tidak kami hadirkan karena langsung dibawa ke rumah tahanan di Serang dan kami masih kembangkan kasus korupsi dana hibah ini. jika ada tersangka lain tetap kami proses,” ujarnya
(Red)

Minta Perusahaan Ditutup, Warga Desa Leuwilimus Ke-3 Kalinya Sambangi PT Xiang Wang Indonesia

Berita7. Kabupaten Serang – Masyarakat Desa Leuwilimus sekira ba’da Isya kembali sambangi PT Xiang Wang Indonesia jalan Raya Jakarta-Serang Kawasan Pancatama Desa Leuwilimus Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten, Kamis (3/6/2021).

Kejadian bermula ketika Jama’ah saat melaksanakan kegiatan pengajian di musholah merasa pusing dan mual, hingga spontan kegiatan yang rutin malam Jumat ini terhenti.

Ustadz Juhri selaku tokoh masyarakat Desa Leuwilimus di hadapan awak media mengatakan bahwa Jama’ah pengajian spontan beramai-ramai bersama warga dan pemuda mendatangi PT Xiang Wang Indonesia.

“hingga terjadi aksi adu mulut dengan keamanan dan masyarakat langsung memasuki area perusahaan sehingga pekerja berhamburan keluar dan menyetop produksinya,” ucap Ustadz Juhri. di Kawasan Pancatama PT Xiang Wang Indonesia, Kamis (3/6/2021).

Lajutnya bahwa Jama’ah yang sedang melaksanakan pengajian alami pusing dan mual. “bau menyengat yang dihirup itu kami rasakan sampai pusing dan mual, dan kami mendatangi perusahaan ini supaya menghentikan kegiatannya,” kata Ustadz Juhri.

Sambung Ustadz Juhri, keinginan masyarakat disini, untuk perusahaan ini ditutup saja karena kami merasa terganggu dengan bau yang membuat kami mual semenjak pabrik ini berdiri,” harap Ustadz Juhri.

Sementara itu, Kepala Desa Leuwilimus, Karmawan di hadapan awak media menyatakan bahwa untuk perusahaan di stop untuk uji coba produksinya. “Perusahaan kami hentikan sementara sampai semuanya kondusif sampai tidak ada lagi warga yang mengalami dampak dari polusi pabrik ini,” ujar Karmawan.

Tampak Anggota Kepolisian dari Polsek Cikande datang kelokasi pabrik yang berlokasi di Kawasan Pancatama.

Sementara Kadis DLHK Kabupaten Serang, Budi Prihastio saat dikonfirmasi awak media melalui via whatsApp tidak memberikan respon apa-apa. (MOI)

Aksi Barbar Terroris Aniaya Polantas Palembang

Berita7. PALEMBANG – Aksi Barbar yang di duga di lakukan oleh Teroris terhadap Bripka Ridho, Anggota Satlantas Polrestabes Palembang yang sedang bertugas di Pos Polisi Jl. Angkatan 66 Sekip Ujung, Jum’at (04/06/21).

Korban di aniaya dengan di tusuk beberapa kali oleh Pelaku dan mengalami luka di bagian Tangan, Pelipis.

Menurut Heri, warga yang menyaksikan insiden tersebut, Pelaku tersebut mengaku sebagai Teroris.

“Jaoh..jaoohlah, aku ini teroris” kata Heri menirukan perkataan Pelaku.

Dari Informasi yang di dapatkan di lapangan awal insiden ini terjadi, Pelaku dengan modus pura-pura untuk bertanya kepada korban dan si Pelaku dengan aksi barbar nya langsung menyerang korban dengan beberapa tusukan. Warga yang menyaksikan pun langsung menolong korban dengan membawa nya segera ke RS Hermina yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Anggota Jatanras Polda Sumsel berhasil mengamankan Pelaku dan pelaku di bawa oleh anggota Densus 88 Mabes Polri. (Alpian)

Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon Amankan Pengedar, Pengantar Paket isi TRAMADOL HCI

Berita7. Cilegon – Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon Polda Banten amankan pengedar Narkoba jenis obat keras.Kamis,3-6-2021

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono sIk,SH diwakilkan Kasat Reserse Narkoba IPTU Shilton, S.IK MH menjelaskan Berawal informasi dari masyarakat bahwa ada paket yang berisikan ” TRAMADOL HCI ” lewat jasa pengiriman atas informasi tersebut anggota kami langsung bergerak dan mengamankan Pelaku RA (18) kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan 1 (satu) buah paket berlebel jasa pengiriman yang di dalam terdapat 20 (dua puluh) lempeng obat merk TRAMADOL HCI yang perlempeng berisi 10 (sepuluh) butir dengan jumlah keseluruhannya 200 (dua ratus) butir.”ujarnya

Iptu Shilton SI.k MH menerangkan Pelaku RA (18) ditangkap pada hari selasa tanggal 01 Juni 2021 sekira jam 19.30 WIB Dipinggir jalan tepatnya di Linkungan Karang Jetak RT.006 RW.002 Kelurahan Banjar Negara Kecamaran Ciwandan Kota Cilegon,pada saat itu juga dilakukan pengeledahan dan ditemukan Sebuah HP merk OPPO, Uang sebesar Rp.395.000,- (tiga ratus Sembilan puluh lima ribu rupiah), yang sebelumnya obat merk TRAMADOL HCI tersebut dibeli melalui medsos,kemudian pelaku dan barang bukti diamankan ke satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon untuk penyelidikan lebih lanjut.

ditempat yang sama kanit satuan Narkoba Polres Cilegon IPTU Supriyono SH menjelaskan bahwa Tersangka RA (18) melanggar Pasal 196 sub Pasal 197 UU No.35 th 2009 tentang kesehatan dengam ancaman hukuman paling lama 10 tahun sampai 15 tahun”ujarnya (red)