Mahasiswa UNPAM S1-Hukum Adakan Sosialisasi UMKM Kepada Masyarakat Depok

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Berita7Tangsel –Mahasiswa Universitas Pamulang ( UNPAM ) mengadakan kegiatan sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di PT. Mulia Nusa Indonesia yang beralamat di Jl. Arif Rahman Hakim No. 64 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok – Jawa Barat, Jumat (4/05/2021).

Pada kegiatan sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dengan mengangkat Tema “Sengketa Nama Dalam Hak Cipta Merek Dagang di Dalam Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM)

Ketua PKM menyampaikan rasa bangganya karena UMKM di Indonesia menyumbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pencapaian sebesar 60%.
Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, UMKM bisa menjadi salah satu harapan untuk mengurangi adanya jumlah pengangguran di Indonesia sekaligus semakin membuka luas adanya lapangan pekerjaan baru.

Pada kesempatan itu Mardiana salah satu utusan masyarakat, saat diwawancarai oleh awak media menyampaikan rasa terharu dan terima kasih karena apa yang di sampaikan oleh mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) sangat bangus mengenai sengketa hak cipta.

“Kegiatan yang mereka lakukan ini sangat baik dan Positif dalam pengembangan diri mereka dengan pengetahuan sesuai dengan materi yaitu sengketa hak cipta merek dagang, mereka sudah menguasai, sangat kreatif, antusias dan semangat,” ujarnya.

Mardiana juga berharap agar ke depannya bisa bersinergi dan memberikan ilmunya kepada masyarakat supaya lebih paham dan mengerti keberadaan dan ilmu yang di dapat mahasiswa bisa maksimal untuk di serap masyarakat.

Muhammad Hatta selaku ketua PKM mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih paham dan mengerti serta menambah wawasan dalam hak cipta merek dagang di dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta memberi dampak positif terhadap ekonomi Indonesia, maka ada baiknya kita terus mempertajam strategis pengembangan UMKM kepada masyarakat

Kegiatan sosialisasi pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berjalan dengan lancar dengan penerapan protokol Kesehatan yang sangat ketat. (Yu²n)

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Pakai Dana Desa Proyek Tandon Bernilai Ratusan Juta Rupiah di Desa Ketapang Mangkrak

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Berita7 – Banyuwangi – Proyek Tandon senilai ratusan juta rupiah di desa ketapang kecamatan kalipuro mangkrak total alias tidak dapat di rasakan mamfaatnya oleh warga desa ketapang.

Pembangunan tandon oleh kelompok Hippam tirtogiri desa ketapang terkesan tidak transparan pasalnya banyak warga yang tidak tahu menahu terkait proyek tandon tersebut yang sumber dananya dari dana desa

Dalam pengajuan proposal bernomor 099/HIPPAM-TG/IX/2017 tercatut nama Aprilianingsih sebagai sekretaris dan bendahara Matsagawi

Dalam tayangan di stasiun TV lokal di Banyuwangi Aprilianingsih menyangkal bahwa dirinya bukan sekretaris dan sama sekali tidak tahu menahu tentang proposal tersebut

” Saya tidak pernah menjadi sekretaris atau di tunjuk di kelompok hippam tirtogiri dari tahun 2017 hingga saat ini tanggal 07 desember 2020 karena sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada saya ” papar Aprilia Ningsih

Pernyataan serupa juga di sampaikan oleh matsagawi yang namanya dalam proposal di catut sebagai bendahara, dirinya menjelaskan bahwasanya dirinya hanyalah tukang tagih saja

Dari kedua orang yang namanya di catut dalam proposal kelompok hippam tirtogiri 2017 tersebut akhirnya para awak media mendatangi kepala desa ketapang.

Di temui di ruang tamu kades desa ketapang slamet utomo menjelaskan kepada awak media terkait nama dan tanda tangan Aprilia Ningsih.

” Aprilia Ningsih itu memang sekretaris kelompok hippam tirtogiri yang awalnya bapaknya menjadi pengurus, karena bapaknya meninggal dunia jadi kami angkat Aprilia ningsih sebagai sekretaris dan tugas sekretaris juga membuat proposal ” kata kades ketapang slamet utomo.(21/12/20)

Kemudian di pertanyakan siapa yang menerima dana tersebut slamet utomo menjawab ” yang menerima dana tersebut ya bendahara mas namanya suwandik namun tidak sekaligus mas jadi sesuai nota pembelanjaan dan proyek tandon tersebut bukan mangkrak mas tapi belum selesai ” ungkap slamet utomo.

Sementara nama suwandik tidak tercantum sebagai bendahara dalam susunan pengurus di proposal justru yang tercantum Matsagawi.(Rob)

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Atribut Direction di Tag Marquee

Aksi Mahasiswa Tuntut  Rektorat Berikan Keringanan Biaya Perkuliahan Di Tengah Masa Covid-19

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Berita7netTANGERANG. Puluhan mahasiswa Universitas Raharja menggelar aksi massa memberikan keringanan biaya perkuliahan di masa pandemi Covid-19. Aksi tersebut dilakukan dari hasil mediasi antara pihak mahasiswa dan perwakilan akademik yang tidak menemui titik temu.

Sebelum aksi, mahasiswa sudah melakukan mediasi dengan pihak akademik di dalam kampus. Namun tuntutan mahasiswa tidak terjawab, sehingga mahasiswa menarik diri dari dalam kampus dan menggelar aksi di depan kampus.

Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan apa yang menjadi tuntutannya selama pandemi  covid-19 yakni, meminta kebijakan kampus untuk memberikan keringanan biaya operasional perkuliahan.

Menurutnya, hal tersebut layak diberikan kepada mahasiswa. Pasalnya, anjoknya ekonomi mahasiswa jelas tidak bisa mengikuti aturan baku yang diterapkan oleh akademik.

Selain itu, dalam perkuliahan metode daring ini, mahasiswa jelas tidak menggunakan fasilitas kampus, melainkan harus menambah cost pribadi untuk bisa mengikuti perkuliahan daring.

Aksi mahasiswa Raharja sempat bersitegang ketika mereka menyegel gerbang dan melarang arus kendaraan yang hendak keluar-masuk kampus. Alhasil, sejumlah petugas keamanan (Security) dan beberapa staff akademik terpaksa harus melerai barisan mahasiswa hingga situasi menjadi panas dan terjadi saling dorong-mendorong.

Aksi dari mahasiswa baru bisa teredam ketika rektor universitas raharja, Abas Sunarya, menemui mahasiswa dan mengajak bermediasi.

Dalam mediasi itu, Abas mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tersebut memang sedang dalam kajian oleh beberapa perguruan tinggi, baik di tingkat lokal ataupun nasional

“Kita sudah melakukan satu kali rapat kemarin, selanjutnya rapat kedua, rencananya akan dilaksanakan pada selasa minggu depan. Hasilnya apa, nanti akan diinfokan kepada mahasiswa,” ujar Abas saat mediasi dengan mahasiswa di ruang ikatan alumni raharja (Ikrar).

Mengenai tuntutan dari mahasiswa, Abas sangat mendukung dan mengapresiasi atas masukan dari mahasiswa.

“Keputusannya bagaimana, nanti kita lihat dari hasil rapat. Karena kita ga mungkin ambil kebijakan sendiri tanpa ada kebijakan dari pemerintah pusat ataupun daerah,” ujar Abas. (FRi/red)*

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

No More Posts Available.

No more pages to load.