Korupsi Dana Desa Di Wilayah Kecamatan Rawa Pitu,Menjadi Kontraversi

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

 

Berita7.Net – Lampung,Terkait viralnya pemberitaan tentang adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum kepala kampung yang ada di beberapa kampung di wilayah kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Menjadi kontraversi di kalangan masyarakat pembaca,para jurnalist,LSM,pengiat anti korupsi bahkan pengamat pemerintahan.
Beberapa kampung tersebut adalah :
1.Kampung Batang Hari
2.Kampung Andalas
Cermin
3.Kampung Mulyo Dadi
4.Kampung Bumi Sari
5.Kampung Gedung
Jaya.
6.Kampung Rawa Ragil.
7.Kampung Panggung
Mulyo.
8.Kampung Sumber
Agung.
9.kampung Duto Yoso
Mulyo.

Pasalnya,menurut keterangan Kasi Pemberdayaan di Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang,
Provinsi Lampung.

BacaJugaKoramil 09/Mauk Patroli Wilayah, Mengintensifkan PatroliTerhadap Penyebaran Virus covid-19 

Hendri,SE.MM mendampingi Camat Rawa Pitu I Putu Dada,S.Kep Mengungkapkan bahwa memang benar ada beberapa kampung yang ada di wilayah Kecamatan Rawa Pitu yang sampai tahun 2020 ini belum menyelesaikan fisik pembangunannya,di antaranya adalah kampung Bumi Sari.

“Saya Hendri jabatan selaku Kasi Pemberdayaan Kecamatan Rawa Pitu sejak Juli 2017,tahun 2018 dan 2019 semua hasil kegiatan sudah kita lakukan monitoring dan evaluasi atau bimbingan dan pengawasan,Salah satu barometer kita adalah cheklis yang diberikan oleh Dinas PMK,jadi sesuai cheklis apa yang ada baru kita loloskan dan kemudian kita melakukan pengecekan fisik,memang masih ada beberapa kegiatan yang belum selesai tapi mereka sudah buat surat pernyataan,jadi untuk pencairan DD tahap kesatu tahun berikutnya mereka sudah buat surat pernyataan,itu ada beberapa kampung”ungkap Hendri
Jumat (30/10/2020).

Ketika ditanya,tentang surat pernyataan itu sampai tahun 2020 sekarang apakah sudah diselesaikankan?
Hendri menjawab
“Ada yang belum dan ada yang sudah,salah satunya adalah Kampung Bumi Sari”

Hendri menambahkan “Di antara fisik yang belum terselesaikan adalah pengurukan/penimbunan tanah merah, gorong-gorong dan jembatan.

BacaJugaPembebasan Lahan Gusuran Pembangunan Proyek Jalan Tol JORR Kunciran-Bandara Diduga Ada Rekayasa Pembayaran

Jefri JRS Manopo, SH.MA
Ketua LBH Nusantara Sakti dan salah satu Penggiat Anti Korupsi di Jakarta mengatakan :
” Aneh, sungguh luar biasa mata rantai Dugaan Korupsi yang di Duga di lakukan beberapa oknum kepala kampung yang ada di wilayah kecamatan Rawa Pitu, seakan Hukum tidak berlaku disana,
Sudah jelas – jelas ada indikasi korupsi, pihak kecamatan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, masih terjadi pembiaran. Apa kah itu suatu mata rantai atau suatu korupsi berjamaah ?
dimana Para Penegak Hukum seperti tidak di takuti ? ini akan kami kawal seterusnya sampai dimana oknum-oknum kepala Kampung akan bermain terus.’ Ungkap Jefri JRS Manopo kepada awak media ketika dimintain tanggapannya oleh awak media terkait Dugaan Korupsi Dana Desa di beberapa Kampung di Kecamatan Rawa Pitu.
Senin (02/11/2020).

Pihak pemerintahan Kampung telah melanggar atau sengaja dilanggar tentang Landasan Hukum Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 pasal 22 nomor 6 tentang;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 /PMK 07/2016 tentang Tata cara pengalokasian,penyaluran,penggunaan dan evaluasi Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 468).Kata Jefri JRS Manopo lebih lanjut sembari mengakhiri percakapannya dengan awak media.

(Ketua Tim Andika)

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

,

Mall Adminitrasi Itu Kalau SPJ Kurang, Penulisan Kurang , dan Materai Kurang, Terkiait Kami Siap Backup Kalau Ada Pemanggilan. 

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Berita7net. Lampung – Viralnya pemberitaan Dugaan Korupsi Dana Desa berjamaah di beberapa Kampung yang di duga terjadi di wilayah kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Mengusik banyak pihak, diantaranya Lembaga Swsdaya Masyarakat (LSM), Penggiat Anti Korupsi, Aktivis dan pakar Hukum untuk mencari tahu sejauh mana pihak kecamatan Rawa Pitu bisa mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap oknum-oknum kepala Kampung di Wilayah Kecamatan Rawa Pitu yang di duga melakukan Korupsi Dana Desa secara masiv dan terencana.

BacaJugaAntusiasme masyarakat Tangerang Selatan untuk “Mengawal” Haji Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

awak media yang sudah berkomunikasi melalui via telpon handphone beberapa waktu yang laku dengan I Putu Dada selaku camat Rawa Pitu, yang menyampaikan kepada awak media bahwa bilamana terjadi penyelewengan Dana Desa dan itu bukan yang di sengaja adalah mall adminitrasi.

Untuk mengetahui lebih jelas apa definisi dari kata mall adminitrasi dan apa aja yang termaksud di dalam makna kata mall adminitrasi itu, awak media mendatangi kantor kecamatan Rawa Pitu untuk bertemu dan mewawancarai secara langsung dengan I Putu Dada,S.Kep. Jumat (30/10/2020).

Menurut I Putu Dada, “Mulai Tahun 2020 kami sudah mulai menerapkan SOP, dan untuk Tahun 2018 dan 2019 kalau ada bukti konkret silahkan tunjukan kepada saya. Dan Mall Adminitrasi itu kalau SPJ kurang, penulisan kurang dan materai kurang, kami siap backup kalau ada pemanggilan” tutur Camat I Putu Dada kepada awak media.

Menurut Penggiat Anti Korupsi dan Ketua LBH Jefry JRS Manopo,SH.MA di Jakarta, “ini sangat luar biasa kalau aja laporan SPJ nya sudah salah, apa lagi fisik nya di lapangan ? apa mungkin fisik Infrasturktur dan pengelolaan Dana Desa nya yang baik dan bagus di laksanakan di kampung/Desa, terus SPJ kurang, Penulisan kurang Materai nya Kurang, pada hal membuat SPJ itu menghabiskan puluhan juta, ini oknum-oknum mau menbodohin Negara atau mau mancoba coba bermain Hukum ?
saya menghimbau kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan para Penegak Hukum untuk bisa memeriksa atau mengaudit ulang kampung-kampung di wilayah Kecamatan Rawa Pitu, jangan nanti viral kalau Hukum tumpul diatas, tajam kebawah.” Ujar Jefry dengan tegas melalui via telpon handphone kepada awak Media.
Senin (02/11/2020).

(Andika)

 

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Fakta Suara Bangsa<<<Fakta Suara BangsaBerita7Fakta Suara Bangsa>>>Fakta Suara Bangsa

Atribut Direction di Tag Marquee

Mata Rantai Dugaan Korupsi Dana Desa di Kecamatan Rawa Pitu Mulai Terkuak

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

Berita7.Net Lampung ,Terkait pemberitaan di beberapa media online tentang Dugaan Korupsi Dana Desa tahun 2018 dan 2019 di sinyalir terjadi di 5 Kampung di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, pelan tapi pasti mulai terkuak.

Hasil liputan awak media di lokasi ke-5 kampung yang ada di kecamatan Rawa Pitu yaitu :

1. Kampung Batang Hari.
2. Kampung Mulyo Dadi.
3. Kampung Andalas Cermin.
4. Kampung Gedung Jaya.
5. Kampung Rawa Ragil.

Dugaan Korupsi Dana Desa tahun 2018 dan 2019 yang di Duga di lakukan oleh ke-5 oknum kepala Kampung yang meliput Bidang :

1. Pembinaan kemasyarakatan Desa.
2.Pemberdayaan Masyarakat Desa.
3.Penyelenggaraan Pemerintah Desa.
4. Pelaksanaan Pembangunan Desa.
Yang kesemua nya sudah di anggarkan di dalam anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 dan 2019.

BacaJugaHujan Tidak Membuat Saraswati Berhenti Blusukan Di Tangsel

Besarnya kucuran Angggaran Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat ke Pemerintahan Daerah dan di teruskan ke Pemerintahan Kampung/ Desa,
di Duga di Korupsi secara masiv dan terencana oleh oknum-oknum kepala Kampung yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mengetahui hasil monitoring setiap tahun yang di lakukan oleh pihak Kecamatan Rawa Pitu di Kampung-kampung sekecamatan Rawa Pitu,
awak media berkunjung ke kantor kecamatan Rawa Pitu.
Senin (26/10/2020).

I putu Dada, selaku Camat di Kecamatan Rawa Pitu di dampingi Hendri sebagai Kasi Pemberdayaan mengatakan bahwa,
“Saya selaku Camat mulai tahun 2020 tidak akan membantu/ tolerir kepada Kepala Kampung yang dengan sengaja korupsi Dana Desa untuk perkaya diri sendiri, dan untuk Dana Desa tahun 2018 dan 2019 saya tidak tau karena saya belum menjabat sebagai Camat ” tutur Camat I Putu Dada kepada awak media.

Masih menurut salah satu Kasi yang ada di Kecamatan Rawa Pitu menambahkan kepada awak media, bahwa hasil Monitoring dari pihak Kecamatan pada tahun 2018 dan 2019 masih banyak terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pihak kepala Kampung sekecamatan Rawa Pitu.

BacaJugaBahagia Warga Cengklong Kosambi Terima Bansos Tunai Tahap ke -7

Terkait statmen mall adminitrasi yang di ucapkan Camat I Putu Dada kepada awak media, “apa bila terjadi mall adminitrasi dan saya siap ngeback-up kepala Kampung bila nanti kepala Kampung berhubungan dengan pihak Kepolisian atau Kejaksaan, yang saya maksud mall adminitrasi itu bilamana ada kesalahan penulisan di dalam laporan SPJ dan tidak ada materai.’
kata Camat I Putu Dada menyelesai kan wawancara dengan awak media yang segera akan menaikan hasil wawancara ini ke tv streaming.

Bersambung…….

#Ketua Tim Andika

@Penerbit : PT. Delik Berita Tujuh

No More Posts Available.

No more pages to load.